Totok Sugiarto Gelar Reses Masa Persidangan I Tahun 2025: Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

2 menit baca

Kota Blitar, Satujuang.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar masa jabatan 2024-2029 Totok Sugiarto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar reses untuk masa persidangan I Tahun 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di jl. Soka kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, dihadiri 110 orang, pada Rabu (12/3/25) berjalan lancar dan sukses.

Totok Sugiarto sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sukorejo mengatakan, reses kali ini menjadi kesempatan penting untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Evaluasi DPRD utamanya Fraksi PKB capaian kinerja pemerintah tahun 2024 dan rencana pelaksanaan pembangunan Kota Blitar tahun 2025 salah satu diantaranya rencana realokasi anggaran yang tidak jadi dilakukan untuk program makan bergizi,” jelasnya pada awak media.

Lebih lanjut Totok mengatakan terdapat pergeseran pergeseran yang sedikit mengurangi beberapa aktivitas itu lebih cenderung ke dalam belanja rutin semacam perjalanan dinas, makan minum, biaya rapat dan lain sebagainya, dikurangi untuk sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk belanja modal, belanja untuk masyarakat.

“Ada yang menjadi Visi Misi program wali kota terpilih di Pilkada 2024 ini akan cukup anggaran untuk membiayainya, PKB mendorong sebagaimana yang diamankan di Perda,” tegasnya.

Menurut Totok Sugiarto, PKB mengharapkan Pemerintah memastikan terkait sekolah gratis dan tidak ingin mendengar nanti ada pemungutan biaya dengan alasan apapun termasuk di kesehatan.

“Kesehatan bagi PKB fokus terkait dengan perbaikan revitalisasi, remanajemen dan sebagainya di mana Mardi Waluyo itu bisa bersaing dengan Rumah Sakit lainnya karena ini Mardi Waluyo merupakan rumah sakit yang tipenya cukup besar dan tinggi di Kota Blitar, masak bersaing dengan sesama rumah sakit di Kota Blitar kalah,” jlentrehnya.

Aspirasi yang diterima dalam reses kali ini lanjut Totok Sugiarto seperti perbaikan Jalan Kampung, Rehab rumah yang sampai hari ini belum direalisasikan, saluran di Dimoro namun menurutnya setelah lebaran dilaksanakan, sedangkan usulan bantuan mesin tempe menunggu proposal dari para yang mengajukan.

“Ada beberapa yang diusulkan karena fasenya ini untuk tahun 2026, kita akan merealisasikan 2026 tetapi kita di sini mengingatkan kalau bisa ini kita dorong di Perubahan 2025.,” tutupnya. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *