Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Langkah taktis berupa bentuk sinergitas antara Perhutani dengan stakeholder resmi diperkuat dalam rangka mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta pengamanan kawasan hutan.
Kolaborasi multisektoral ini diwujudkan melalui sosialisasi dan pemasangan banner pencegahan di titik rawan, Senin (15/6/26).
Administratur Perhutani KPH Blitar, Beny Mukti, menegaskan bahwa peran penegak hukum dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sangat penting.
Kehadiran para pihak menjadi kunci utama dalam melakukan deteksi dini serta pelaporan cepat jika ditemukan potensi titik api.
Menurut Beny, koordinasi yang intensif merupakan faktor penentu keberhasilan draf mitigasi karhutla, terutama dalam menghadapi ancaman musim ekstrem El Nino tahun 2026.
Kolaborasi ini juga dirancang untuk menekan angka gangguan keamanan hutan secara menyeluruh.
“Kami akan selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan para pihak untuk menjaga kawasan hutan. Dukungan stakeholder menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan karhutla lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Beny Mukti kepada awak media.
Pihak manajemen Perhutani berharap, hubungan kerja sama dengan Polsek Campurdarat dan masyarakat sekitar hutan dapat semakin mengakar kuat.
Pola pengamanan kolektif ini dinilai jauh lebih optimal dibandingkan draf pengawasan yang berjalan sendiri-sendiri.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LMDH Wono Sejahtera, Wiyono, menyatakan draf dukungan penuhnya terhadap program proteksi kawasan bentang alam ini.
Pihaknya memastikan jajaran pengurus di tingkat bawah siap pasang badan menghalau potensi bencana kebencanaan.
“Kami selalu siap mendukung untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan,” pungkas Wiyono mempertegas komitmen swadaya masyarakat lingkar hutan dalam menjaga draf ketahanan ekologi daerah. (Herlina)











