Kaur, Satujuang.com – Kondisi Jembatan Air Betung yang berlokasi di Desa Air Palawan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, kini kian memprihatinkan setelah lebih dari setahun dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan.
Infrastruktur penghubung sepanjang 15 meter tersebut ambruk total usai diterjang luapan banjir besar dan hingga saat ini belum kunjung tersentuh bantuan pembangunan dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi fisik jembatan berkonstruksi kayu tersebut patah, lantai papan jembatan tampak hancur berserakan, sementara kerangka penyangga utamanya telah miring dan rusak parah.
Lantaran dibiarkan terlantar selama berbulan-bulan, puing-puing jembatan kini mulai tertutup lebatnya tanaman liar serta semak belukar.
Kerusakan parah pada Jembatan Air Betung tersebut mengakibatkan akses utama masyarakat di Desa Air Palawan terputus total dan tidak dapat dilintasi kendaraan sama sekali.
Padahal, jembatan ini merupakan urat nadi transportasi vital yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk menunjang kelancaran mobilitas sehari-hari.
Selain menjadi jalur perlintasan orang, akses ini memiliki peran strategis dalam menopang perputaran aktivitas perekonomian masyarakat setempat, khususnya pengangkutan hasil bumi.
Akibat terputusnya jalur utama, warga terpaksa memutar haluan dan mengandalkan jembatan alternatif untuk dapat menyeberangi aliran sungai.
Penggunaan jalur alternatif tersebut dinilai menambah beban waktu dan biaya bagi masyarakat yang hendak beraktivitas ke luar desa.
Warga setempat sangat menyayangkan lambannya penanganan dari instansi terkait, mengingat kerusakan sudah berlangsung lebih dari satu tahun lamanya.
Masyarakat Desa Air Palawan kini mendesak Pemerintah Kabupaten Kaur maupun instansi teknis terkait untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan kembali jembatan tersebut.
Realisasi pembangunan jembatan baru dinilai sangat mendesak agar aktivitas sosial dan denyut perekonomian warga tidak terus terhambat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan jembatan ini dalam rencana kerja anggaran, sehingga konektivitas antarwilayah di Kecamatan Nasal dapat kembali normal sepenuhnya. (Red)












