Sekda Batam Tegaskan Reformasi Birokrasi Harus Percepat dan Permudah Pelayanan Publik

2 menit baca

Batam, Satujuang.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif.

Standar pelayanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) harus menjadi instrumen nyata untuk mempercepat serta mempermudah pelayanan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Standar Pelayanan dan SOP melalui Best Practice Pemerintah Kota Surabaya di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (4/8/26).

Sebagai daerah yang berkembang pesat sebagai pusat investasi, industri, perdagangan, dan jasa, Batam dinilai membutuhkan birokrasi yang adaptif dan bergerak cepat seirama dengan dinamika pembangunan.

“Batam bergerak cepat, maka birokrasi juga harus bergerak dengan kecepatan yang sama. SOP harus mampu menyederhanakan proses, memangkas tahapan yang tidak diperlukan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, jelas, dan pasti,” tegas Firmansyah.

Meskipun bimbingan teknis tersebut menghadirkan praktik terbaik dari Pemerintah Kota Surabaya, Firmansyah mengingatkan agar setiap perangkat daerah tidak mengadopsinya secara mentah, melainkan menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Kota Batam.

“Kita belajar dari praktik terbaik, kemudian mengadaptasikannya sesuai kebutuhan Batam. Targetnya bukan hanya menghasilkan SOP yang baik di atas kertas, tetapi membangun sistem pelayanan yang benar-benar berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Firmansyah menambahkan, arah transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra difokuskan pada terwujudnya pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi publik.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital yang harus berjalan beriringan dengan penyederhanaan alur kerja, sehingga dapat benar-benar memotong waktu pelayanan dan menghilangkan tahapan yang tidak efisien.

“Ukuran keberhasilan kita sederhana. Masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan, alurnya jelas, waktunya pasti, dan penyelesaiannya semakin cepat. Itulah wajah birokrasi modern yang terus kita bangun di Kota Batam,” pungkasnya. (NIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *