Pemko Batam Siapkan Pembangunan Jalan Lingkar 43,14 Km untuk Perkuat Konektivitas

2 menit baca

Batam, Satujuang.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan proyek strategis pembangunan jalan lingkar sepanjang 43,14 kilometer.

Langkah ini guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan terintegrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini dirancang tidak sekadar membuka akses fisik, melainkan membangun keterhubungan antarkawasan secara luas.

“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” ujar Amsakar.

Berdasarkan perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, proyek ini terbagi dalam tiga koridor utama:

  • Lingkar Selatan sepanjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran Rp183,32 miliar,
  • Lingkar Utara sepanjang 14,508 kilometer senilai Rp260,42 miliar,
  • Lingkar Tengah sepanjang 18,558 kilometer beranggaran Rp355,76 miliar.

Trase Lingkar Selatan mencakup rute Simpang Sei Pancur hingga Simpang Bumi Perkemahan.

Lingkar Utara membentang dari Simpang Golden Prawn menuju Simpang Kaveling Sambau, sedangkan Lingkar Tengah menghubungkan Simpang Kantor Lurah Kibing hingga kawasan Pondok Pelangi.

Amsakar menyampaikan, pengerjaan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target capaian 3,5 kilometer pada 2026 dan 4,767 kilometer pada 2027 melalui kolaborasi bersama BP Batam.

“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kita akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia optimistis terhubungnya jaringan jalan secara luas akan memotong waktu tempuh mobilitas warga serta mendorong denyut perekonomian di berbagai titik kawasan Batam.

“Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kita ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan,” tutup Amsakar. (NIP/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *