Dorong Pelaku Ekonomi Digital, Sekda Batam Ingatkan Mahasiswa Tak Sekadar FOMO Kripto

2 menit baca

Batam, Satujuang.com – Pemerintah Kota Batam mendorong generasi muda untuk tidak hanya sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berani menciptakan inovasi dan mengambil peran sebagai pelaku utama dalam ekosistem ekonomi digital.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dalam agenda Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/26).

Dalam kegiatan bertema “Ekosistem ITSK, Pengenalan Kripto, RWA, dan Stablecoin” tersebut, Firmansyah mengingatkan mahasiswa agar memahami secara utuh perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), hingga stablecoin.

“Jangan sampai karena fomo, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya,” ujar Firmansyah.

Ia menyoroti ketimpangan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026.

Tingkat inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa sudah mencapai 92,76 persen, namun indeks literasinya baru menyentuh angka 62,72 persen.

Hal ini menunjukkan tingginya akses masyarakat muda terhadap produk keuangan belum diimbangi kemampuan berpikir kritis.

Firmansyah berharap letak geografis Batam sebagai pusat industri dan investasi dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, OJK, perguruan tinggi, dan industri guna membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan aman.

“Saya berharap mahasiswa Batam tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi dan pelaku ekonomi digital,” pungkasnya. (NIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *