Satujuang, Blitar- Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan Program Sang Kapten Disnaker 2025 dengan Vokasi Terintegrasi tetap berjalan untuk menciptakan tenaga kerja kompeten, meskipun ada $1.
Penurunan jumlah program memang terjadi, namun arah kebijakan tetap mendukung implementasi prioritas nasional di daerah.
Latip Usman, Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, menjelaskan pelatihan tahun depan fokus pada ketahanan pangan, program makan bergizi, serta potensi bahan baku lokal.
“Sektor pertanian dan program ketahanan pangan tetap menjadi sasaran penting dalam penyusunan program,” kata Latif, Rabu (19/11/25).
Latif menambahkan, pelatihan berbasis pertanian, juru masak, dan ekonomi kreatif akan disesuaikan dengan bahan baku melimpah di Blitar seperti gula, kopi, teh, dan coklat.
Selain itu, pengambilan peserta mempertimbangkan keluarga petani tembakau sesuai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), jelas Latif.
“Dengan fokus ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi terintegrasi dapat lebih tepat guna dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai sektor,” pungkasnya.
Pada tahun 2025, tujuh paket pelatihan dengan total 143 peserta telah dinyatakan kompeten melalui uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Tujuh paket pelatihan yang diselenggarakan pada tahun 2025 mencakup:
- Barista dengan 20 peserta,
- Make up artist 20 peserta,
- Digital marketing 25 peserta,
- Barber dua kelas masing-masing 20 peserta,
- Masakan komersial 20 peserta, serta
- Teknisi peralatan listrik rumah tangga 18 peserta.
Kegiatan Sang Kapten (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) tahun 2026 akan mengusung pola 4 in 1, mengintegrasikan empat elemen utama dalam satu kegiatan vokasi terintegrasi.
Pola ini mencakup pelatihan vokasi oleh instruktur Lembaga Pelatihan Kerja, sertifikasi kompetensi BNSP oleh asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), magang kerja di Dunia Usaha dan Industri (DUDI), serta pendampingan penempatan kerja atau wirausaha.
Lima hal spesifik dalam pelatihan Sang Kapten meliputi:
- Berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kewirausahaan;
- Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Lembaga Pelatihan, dunia industri, dunia kerja, dan Masyarakat;
- Berbasis pada kompetensi dan tersertifikasi BNSP;
- Pendampingan atau inkubasi paska pelatihan;
- Diselenggarakan secara inklusif.
Untuk tahun 2026, empat skema pelatihan vokasi terintegrasi diajukan guna mendukung program prioritas nasional dan potensi bahan baku Kabupaten Blitar, yaitu: Operator Alat berat/Alsintan (20 Orang), Juru Masak Makanan Indonesia (20 Peserta), Barista dan Moktail (20 Peserta), Digital Marketing (20 Peserta). (Herlina/ADV/kmf)











