Perhutani KPH Blitar bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Malang melaksanakan monitoring dan evaluasi Rencana Teknik Tahunan (RTT) 2026, Selasa (5/5/26).
Wakil Administratur KSKPH Blitar, Hermawan HS, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan teknis.
Langkah ini krusial untuk memastikan pengelolaan hutan berjalan optimal.
“Evaluasi ini memastikan setiap program berjalan lebih efektif, terukur, dan sesuai target. Kami ingin setiap rencana teknis memiliki dampak nyata di lapangan,” jelasnya.
Hermawan menekankan pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan dalam mengelola hutan.
Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks.
“Kita melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan yang berjalan. Hal ini penting untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai dinamika di wilayah kerja,” ucap Hermawan.
Ia berharap hasil monitoring ini menjadi dasar perbaikan kinerja ke depan.
Pengelolaan hutan diharapkan mampu berjalan lebih efektif, efisien, serta berkelanjutan bagi lingkungan.
Petugas CDK Malang Wilker Blitar, Dendy Nurdianto, menyebut evaluasi RTT sebagai langkah strategis.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kendala yang sering dihadapi petugas di lapangan.
“Monitoring RTT tidak hanya melihat pencapaian target semata. Kami fokus mencari solusi dan penyelesaian atas permasalahan yang muncul dalam praktik kehutanan,” tandas Dendy.
CDK Wilayah Malang berkomitmen penuh mendorong pengelolaan hutan di KPH Blitar agar lebih profesional.
Upaya ini dilakukan demi memberikan manfaat signifikan bagi keberlanjutan alam.
Pengelolaan hutan yang profesional diharapkan mampu menjaga ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi.
Komitmen ini menjadi prioritas utama Perhutani dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan. (Herlina)






