Limbah Cemari Sungai Bengkulu, Pansus RPPLH DPRD Prov Bengkulu Sidak Perusahaan Benteng

Satujuang.com – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) DPRD Provinsi Bengkulu melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke perusahaan di Bengkulu Tengah (Benteng), Senin (1/2/21).

Dijelaskan oleh ketua Pansus, Usin Abdisyah Putra Sembiring, mereka mengecek alat yang dipasang oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada Stasiun Pemantau sungai Air Bengkulu yang berlokasi di PT. BAM, pengecekan tersebut untuk mencari penyebab penyebaran limbah yang terjadi di sungai Bengkulu.

“Tadi sama-sama kita mengecek alat yang dipasang Dinas LHK Provinsi, yakni Stasiun Onlimo atau Stasiun Pemantau Sungai Air Bengkulu yang berlokasi di PT. BAM, yang bergerak dibidang pengelolaan karet. Stasiun tersebut berfungsi yang sampelnya diambil setiap jam, dan hasilnya menunjukkan adanya pencemaran lingkungan,” sebut Usin.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Hadiri Bengkulu Street Food Festival

Terkait masalah perusahaan mana yang mengakibatkan penyebaran limbah di sungai Bengkulu, dirinya mengatakan bahwa akan melakukan pengecekan secara langsung dan juga akan memanggil sebelas perusahaan yang terindikasi.

“Nanti bakal kita cek secara langsung, dan memanggil kesebelas perusahaan-perusahaan tersebut,” sambung Usin.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kepahiang : Pertahankan Predikat Kabupaten Bebas Pungli Terbaik

Usin menegaskan, bahwa pencemaran yang terjadi pada aliran air sungai Bengkulu jangan disepelekan dan hanya dianggap sebagai asumsi belaka.

“Pencemaran itu tidak bisa lagi kita anggap sebagai asumsi-asumsi belaka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Usin mengatakan bahwa pencemaran pada aliran air sungai Bengkulu semakin tinggi, hingga akhirnya menimbulkan dampak kepada masyarakat dan juga pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), karena harus mengeluarkan biaya besar dalam mengolah air sungai.

Baca Juga :  Simulasi Resepsi Pernikahan Di Era Kebiasaan Baru, Bentuk Edukasi Untuk Masyarakat

“Jika pencemaran sungai Bengkulu semakin tinggi, otomatis dampak sangat dirasakan masyarakat. Termasuk PDAM, karena berapa besar biaya yang harus dikeluarkan agar air sungai itu benar-benar bersih dan layak dimanfaatkan masyarakat,” pungkas Ketua Pansus RPPLH. (adv)