Kota Bengkulu, Satujuang.com – Pertandingan olahraga mini soccer di Kota Bengkulu berujung pada tindakan kekerasan.
Seorang mahasiswa yang juga bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga menjadi korban pengeroyokan usai terlibat senggolan di lapangan.
Korban diketahui bernama Brams Al Aziz (27). Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera serius berupa retak pada bagian rahang, gigi lepas, luka pada bibir dalam, serta memar di sekujur tubuh.
Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di kawasan Jalan Samudra, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, pada Minggu (16/8/26).
Orang tua korban, Rahman Tamrin, membeberkan bahwa insiden bermula saat Brams bertanding dalam laga mini soccer antar-SPPG. Di tengah laga, terjadi senggolan antarpemain di lapangan.
Situasi kemudian memanas. Salah seorang pemain yang terlibat senggolan tersebut diduga memanggil rekan-rekannya yang diperkirakan berjumlah 15 orang untuk mengeroyok korban secara bersama-sama.
Lantaran tidak ada iktikad baik dari pihak lawan untuk bertanggung jawab, keluarga korban resmi melaporkan kejadian ini ke SPKT Polresta Bengkulu.
“Anak kami mengalami retak pada bagian rahang, gigi lepas, bibir bagian dalam pecah serta mengeluhkan sakit di sekujur tubuh. Sampai saat ini tidak ada itikad baik bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah secara manusiawi,” tegas Rahman Tamrin.
Laporan dugaan pengeroyokan tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polresta Bengkulu.
Penyidik dikabarkan tengah melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi identitas para terduga pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami barang bukti di lokasi kejadian. (Red)












