Kemenag Kota Bengkulu Bantah Tudingan Deposito: Dana Kurang, Data Baru 75 Persen

Bengkulu – Pihak Kantor Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu membantah tudingan miring yang ditimpakan kepada mereka.

Dimana sebelumnya sempat beredar kabar, pihak Kemenag Kota Bengkulu diduga memainkan anggaran uang makan dan sertifikasi tahun 2024 dengan cara didepositokan ke Bank.

Bantahan disampaikan oleh Kasubag TU Kemenag Kota Bengkulu, dari.H Fahrurrazi M.Si saat diwawancarai di ruangannya hari ini Jumat (10/1/25).

“Dana yang diberikan dari pusat tidak bertambah, sehingga jadinya kurang, padahal kita ada penambahan PPPK tahun kemarin,” terang Fahrurrazi.

Selain itu lanjutnya, untuk membagikan uang makan mereka harus memiliki data absen para pegawai. Sementara saat ini data tersebut belum mereka miliki sepenuhnya.

Pembayaran uang makan dilakukan di Januari 2025, kata Fahrurrazi, juga merupakan saran dari pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Dan kita dari tahun 2020 memang gak boleh lagi pegang uang cash, uang langsung dikirim ke rekening para ASN,” paparnya.

Terkait adanya temuan beda nomor rekening pengirim uang gaji dengan uang makan, Fahrurrazi mengaku tidak tau. Karena sepenuhnya adalah urusan KPPN.

Pihak mereka hanya bertugas untuk mengumpulkan data dari para pegawai yang kemudian dilaporkan ke pihak KPPN agar bisa dilakukan pembayaran uang makan langsung ke rekening para pegawai.

“Kita hanya memasukkan data melalui aplikasi SAKTI namanya, setelah itu uang ditransfer ke rekening masing-masing, jadi gak benar yang isu deposito itu, semuanya sudah sistem online,” tambahnya.

Ditempat yang sama, pegawai Kemenag Kota Bengkulu, Septi yang bertugas merangkum data absensi para pegawai Kemenag se Kota Bengkulu mengatakan bahwa data baru 75 Persen terkumpulkan.

Ia juga menegaskan bahwa kantor Kemenag tidak menyimpan uang hak para pegawai sepeserpun, mereka hanya bertugas melaporkan data melalui sistem secara online.

“Sampai saat ini data sudah 75 persen, dari 900an ASN Kemenag se Kota Bengkulu. Data tersebut baru bisa dikirimkan kalau sudah 100 persen,” terangnya.

Disisi lain, salah seorang guru, ASN Kemenag Kota Bengkulu sangat menyayangkan keterlambatan pembayaran uang makan dan sertifikasi tahun 2024 tersebut.

Karena, keterlambatan pembayaran ini sudah terjadi dari tahun 2023 kemarin. Dimana saat itu uang makan baru dibayarkan pada 19 Januari 2024.

“Kenapa mereka baru minta rincian nominatif hari ini?, kenapa tidak awal bulan Januari kemaren? kan lucu,” ungkap narasumber yang tak ingin disebut nama.

Padahal kata dia, tiap awal bulan, madariasah-madariasah selalu dimintai rincian nominatif. Kenapa setiap bulan Desember seolah-olah harus menunggu beberapa minggu baru kemudian diminta data.

Hal serupa disampaikan guru madariasah lainnya yang mempertanyakan penjelasan dari pihak Kemenag Kota Bengkulu.

“Data absen apa lagi kini? Kan sudah direkap bulan Desember kemarin,” cetusnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pewarta masih terus menggali lebih dalam, termasuk membangun komunikasi dengan pihak KPPN. (Red)

Berita sebelumnya…

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *