Janji Naikan Anggaran Tabot dan Buka Penerbangan ke LN Helmi Hasan Dapat Kritikan Masyarakat

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Bengkulu – Hasil debat pamungkas ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2024 digelar yang digelar pada Kamis (21/11) di Hotel Mercure Bengkulu kembali melahirkan kontroversi di masyarakat.

Yakni pernyataan Helmi Hasan yang berjanji akan menaikkan anggaran untuk Festival Tabut dan membuka penerbangan ke Luar Negeri (LN) jika terpilih sebagai gubernur.

“Nanti kita akan menaikkan anggaran Tabut, apalagi dulu kami pernah mengadakan Semarak Merah Putih selama 12 hari,” ujar Helmi saat menjelaskan programnya.

Janji itu dikomentari langsung oleh Ketua Kerukunan Tabut (KKT) Bengkulu, Syafril. Ia mengatakan, selama dua periode menjabat sebagai Wali Kota Bengkulu, perhatian Helmi terhadap Festival Tabut sangat minim.

“Selama ini beliau tidak peduli sama sekali dengan Tabut. Sepuluh tahun menjabat, hanya sekali datang, itu pun saat penutupan pada 2014. Setelah itu, tidak pernah lagi muncul, baik saat pembukaan maupun di acara lainnya,” sindir Syafril.

Syafril juga menambahkan bahwa selama kepemimpinan Helmi, anggaran untuk Festival Tabut tidak mendapat prioritas.

“Tidak ada perhatian sama sekali, anggaran pun tidak pernah ada. Jadi, kalau sekarang janji mau naikkan anggaran, tentu ini menjadi pertanyaan besar,” katanya tegas.

Janji Helmi Hasan untuk meningkatkan anggaran Tabut menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagai warisan budaya yang penting bagi Bengkulu, komitmen terhadap Festival Tabut akan menjadi salah satu tolak ukur keseriusan calon gubernur dalam mendukung kebudayaan daerah.

Selain itu ternyata Helmi Hasan juga mengumbar janji akan membuka rute penerbangan internasional dari Bengkulu ke Belanda dan Inggris.

‎“Kita ingin Bengkulu lebih terhubung dengan dunia internasional. Rute Penerbangan langsung ke Belanda dan Inggris,” ujar Helmi dalam debat terakhir tersebut.

Lagi-lagi, janji tersebut mendapat kritikan. Yakni dari Ketua Umum Gerakan Pengusaha Muda (Graha), Undang Sumbaga.

“Bagaimana mau membuka rute ke Belanda dan Inggris kalau rute domestik seperti Bengkulu-Batam saja tidak bisa optimal? Ini perlu kajian mendalam, jangan hanya janji manis, karena dalam keterangan pihak Angkasa Pura II Bengkulu Rute Bengkulu-Batam yang sempat dibuka kembali maskapai Super Air Jet pada bulan Agustus lalu, kini tutup kembali karena kekurangan keterisian pesawat,” ujar Undang, di kediamannya, Jumat (22/11/24).

‎Ia menambahkan bahwa untuk membuka rute internasional, diperlukan infrastruktur pendukung yang memadai serta potensi pasar yang jelas.

‎“Lebih baik fokus pada penguatan event pariwisata di Bengkulu, seperti Tabut, Festival Kampung Pesisir, Bengkulu Expo dan event menarik yang baru lainnya, dari pada menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi,” tambah Undang.

‎Selain itu, promosi pariwisata adalah hal yang harus dilakukan oleh Gubernur terpilih nanti, mungkin dapat menggandeng beberapa pihak terkait seperti maskapai penerbangan, biro perjalanan, hotel, pemandu wisata dan Influencer.

“Ini agar program unggulan destinasi wisata ini dapat benar-benar menarik dan terjangkau bagi wisatawan domestik dan internasional,” tutup Undang Sumbaga.

‎Pernyataan Helmi-Mian ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai gagasan visioner, sementara lainnya menganggapnya sebagai janji yang sulit direalisasikan dan hanya sekadar janji manis kampanye belaka. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *