Jalan Desa Padang Capo Tertimbun Longsor Parah, Warga Pasrah

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Seluma- Kondisi jalan di Desa Padang Capo, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, kian memprihatinkan akibat timbunan longsor yang belum mendapat penanganan dari pemerintah provinsi.

Warga terdampak mulai kehilangan harapan dan memilih pasrah atas kondisi tersebut.

Timbunan longsor yang menutup akses jalan utama warga Padang Capo dilaporkan semakin parah.

Jalan tersebut kini sulit dilalui, mengganggu berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan hingga ekonomi.

Warga Ujang (51) mengaku sudah lelah menunggu respons dari pemerintah.

“Ya sudah kami pasrah saja, kepada siapa lagi kami harus mengadu,” ujar Warga Ujang, Senin (20/4/26).

Ia menilai pemerintah kesannya sudah tidak peduli lagi dengan kondisi mereka dan berharap pemerintah provinsi segera bertindak.

Camat Lubuk Sandi, Tadirmansyah, membenarkan kondisi di lapangan saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Iya betul, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan terutama anak-anak sekolah,” ujar Camat Tadirmansyah.

Ia menambahkan jika dibiarkan, kondisi ini juga akan berdampak pada terganggunya ekonomi, akses kesehatan, dan lainnya.

Camat Tadirmansyah mengungkapkan longsor tersebut telah terjadi sejak pasca Lebaran lalu.

Pada awalnya warga masih mampu melakukan penanganan secara swadaya dengan peralatan sederhana.

“Kejadiannya sudah lama itu, pasca lebaran lalu namun masih bisa ditangani warga,” ujar Camat Tadirmansyah.

Ia menambahkan kali ini penanganan tidak bisa lagi dengan alat manual dan harus menggunakan alat berat agar timbunan longsor segera dipindahkan.

Menurut Camat Tadirmansyah, kondisi saat ini sudah di luar kemampuan masyarakat untuk ditangani secara mandiri.

Dibutuhkan alat berat dan intervensi cepat dari pemerintah provinsi agar akses jalan bisa kembali normal.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah provinsi untuk segera turun tangan,” tegas Tadirmansyah.

Ia mengingatkan agar jangan dibiarkan ribuan jiwa warga Padang Capo terancam jika penanganan lambat.

Selain itu, jalan ini juga digunakan warga luar Padang Capo untuk akses ke kebun.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menangani longsor tersebut.

Sikap lamban pemerintah menimbulkan kesan abai terhadap keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *