Satujuang, Kota Bengkulu – Pelayanan publik dan administrasi di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, dilaporkan mengalami hambatan serius.
Kondisi ini memicu Forum RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat menggelar rapat koordinasi khusus bersama Camat dan Sekcam Teluk Segara guna mencari solusi atas kekosongan jabatan struktural yang telah berlangsung lama.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait “kekosongan” nakhoda di kantor kelurahan.
Kondisi ini diperparah dengan posisi Sekretaris Lurah (Seklur) yang sudah tidak terisi selama 11 bulan akibat pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Setidaknya kalau belum ada pejabat definitif, Plt (Pelaksana Tugas) harus segera ditunjuk. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar salah satu perwakilan forum dalam rapat tersebut.
Akar permasalahan bermula dari kekosongan dua jabatan vital di kelurahan. Jabatan Lurah telah kosong selama dua bulan dan sekarang hanya dipimpin oleh Plh.
Selain itu posisi Sekretaris Lurah (Seklur) sudah dibiarkan tak terisi selama 11 bulan pasca pejabat lama pensiun.
Ketiadaan pemegang kebijakan ini mengakibatkan sirkulasi anggaran terkunci rapat. Dampaknya sangat dirasakan oleh garda terdepan masyarakat:
- BOP dan Gaji RT/RW serta LPM menunggak selama 3 bulan.
- Honor petugas Linmas belum dibayarkan.
“Kondisinya sudah kacau (kecul galo). Kalau memang belum ada pejabat definitif, setidaknya tunjuklah Plt (Pelaksana Tugas) agar masalah anggaran ini ada solusinya,” tegas perwakilan forum dalam rapat tersebut.
Kekecewaan warga semakin bertambah terkait fasilitas layanan kesehatan. Mobil ambulans yang selama ini bersiaga di Kantor Kelurahan Malabero kini kabarnya sudah tidak lagi berada di tempat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa unit ambulans tersebut sudah berpindah ke kawasan Komplek Merah Putih.
Akibatnya, warga Malabero kini kesulitan mengakses layanan darurat medis yang seharusnya menjadi hak mereka di wilayah sendiri.
“Ambulans itu fasilitas warga sini, selama ini di kelurahan. Ini sangat menyulitkan warga saat ada kondisi darurat,” ungkap narasumber warga setempat.
Melalui pertemuan dengan pihak Kecamatan, Forum RT/RW Malabero mendesak agar:
- Pengisian Jabatan: Segera menunjuk Plt Lurah dan Seklur agar administrasi kembali berjalan.
- Pencairan Hak: Melunasi tunggakan BOP dan insentif petugas yang sudah mengabdi selama 3 bulan tanpa gaji.
- Pengembalian Fasilitas: Mengembalikan unit ambulans ke wilayah Malabero dan mengevaluasi kinerja sopir agar layanan kesehatan warga tidak terganggu.
Warga berharap Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah tegas sebelum fungsi pelayanan di Kelurahan Malabero jadi buruk. (Red)






