Dukung Pelestarian Budaya dan Wisata, Perhutani KPH Blitar Hadiri Larung Sesaji Pantai Serang

3 menit baca

Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blitar bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menghadiri upacara tradisi Larung Sesaji di kawasan wisata Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Kamis (18/6/26).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Tradisi tahunan yang menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Kabupaten Blitar ini senantiasa menarik antusiasme tinggi dari masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara dan domestik.

Administratur Perhutani KPH Blitar, Beny Mukti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Blitar atas terselenggaranya upacara adat tersebut.

Ia menegaskan, Perhutani berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dalam menjaga kelestarian budaya lokal.

“Tradisi Larung Sesaji merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Blitar. Perhutani akan selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mendukung dan melestarikan tradisi ini sebagai warisan budaya bernilai bagi generasi mendatang,” ujar Beny.

Di lokasi yang sama, Bupati Blitar, Riyanto, menjelaskan bahwa Larung Sesaji adalah bentuk kearifan lokal yang luhur serta wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya nikmat dan hasil alam.

Menurutnya, tradisi ini memuat simbol penting mengenai kewajiban manusia dalam menjaga dan memelihara alam semesta.

“Melalui acara adat Larung Sesaji ini, kita juga dapat mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemerintahan dengan masyarakat,” ungkap Riyanto.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Desa Serang, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat.

Ia mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah dan warisan leluhurnya.

Selain aspek spiritual dan budaya, sektor ekonomi juga menjadi sorotan utama. Upacara adat ini dinilai menjadi magnet kuat yang mampu mendongkrak perekonomian daerah.

“Larung Sesaji merupakan salah satu daya pikat bagi wisatawan. Dengan memperkenalkan potensi wisata daerah, kegiatan ini memberikan dampak positif langsung bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, pedagang, serta pelaku seni budaya di sekitar kawasan pantai,” imbuhnya.

Berdasarkan data statistik pariwisata daerah, angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Blitar terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan tercatat sebanyak 3.781.644 orang.

Angka tersebut melonjak naik sebesar 15,53 persen pada tahun 2026 menjadi 4.367.833 pengunjung.

Kenaikan signifikan ini mendorong Pemkab Blitar untuk terus memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata di wilayah pesisir selatan.

Terlebih, keberadaan Jalan Lintas Selatan (JLS) kini menjadi interkoneksi nyata yang membuka peluang besar bagi pertumbuhan investasi, perdagangan, dan pariwisata di wilayah selatan.

Melalui partisipasi aktif ini, Perhutani KPH Blitar kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung program pelestarian budaya yang berjalan selaras dengan pengembangan ekowisata dan perlindungan lingkungan di kawasan hutan. (Satujuang/Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *