Satujuang, Kaur- Dinas Perikanan Kabupaten Kaur menjadi sorotan publik atas pembelian pakan ikan sebanyak puluhan ton di penghujung anggaran tahun ini.
Yang menjadi pertanyaan yakni pembelian pakan ini diklaim untuk BBI Nasal, padahal balai tersebut tidak memiliki ikan.
Fakta mengejutkan ini terungkap dari pengakuan petugas di Balai Benih Ikan (BBI) Nasal yang menyatakan balai tersebut saat ini tidak memiliki stok ikan sama sekali.
“Benar, saat ini kami tidak memiliki ikan. Kami juga tidak mengetahui peruntukan maupun keberadaan pakan ikan yang dibeli oleh Dinas Perikanan,” jelas Mardani, Kepala UPTD BBI Nasal.
Situasi ini memunculkan dugaan kuat bahwa pembelian pakan ikan tersebut hanya bertujuan menghabiskan anggaran akhir tahun tanpa perencanaan matang dan kebutuhan riil di lapangan.
Publik pun mempertanyakan akuntabilitas pengelolaan anggaran di tubuh Dinas Perikanan Kabupaten Kaur terkait persoalan ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perikanan Kabupaten Kaur belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembelian pakan ikan tersebut.
Kekecewaan mendalam pun disampaikan oleh masyarakat atas kondisi ini.
“Ini contoh buruk pengelolaan anggaran. Uang rakyat seharusnya digunakan sesuai kebutuhan, bukan sekadar dihabiskan,” jelas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Atas persoalan ini, masyarakat meminta inspektorat Kabupaten Kaur untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengadaan pakan ikan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Kaur. (Bim)











