Buka Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan, Bupati Blitar: Semoga UMKM Kita Berkembang 

3 menit baca

Kabupaten Blitar, Satujuang.com – melalui Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah kabupaten Blitar menggelar Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan, Selasa (6/6/23)

Sosialisasi yang berlangsung di kampung coklat ini mengusung tema, ‘Edukasi, Digitalisasi, Literasi dan Inklusi Keuangan bersama Pelaku Usaha di Kabupaten Blitar’.

“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Jawa Timur Tahun 2022 untuk indek literasi keuangan sebesar 55,32 % naik 16,05%, dibanding Tahun 2019 yakni 39,27%,” kata Bupati Blitar Rini Syarifah saat membuka sosialisasi.

Rini melanjutkan, untuk indeks inklusi keuangan mengalami kenaikan 5,07% sebesar 92,99 % dibanding tahun 2019 yang mencapai angka 87,92%.

Untuk itu, ujar Rini, literasi dan inklusi keuangan penting didorong agar ketika masyarakat mengakses produk atau layanan jasa keuangan dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang manfaat, risiko dan informasi lain yang dibutuhkan tentang produk/layanan keuangan.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan ini menjadi bagian yang sangat penting dalam memaksimalkan percepatan system digital.

“Terutama pada sektor keuangan di mana menjadi modal dalam proses penguatan UMKM agar mandiri dan memiliki potensi besar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” urai Rini.

Dilihat dari perannya terhadap perekonomian, UMKM bisa berperan untuk pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil, sarana mengentaskan Kemiskinan dan sarana pemasukan devisa bagi negara.

Sehingga dalam kesempatan ini, jelas Rini, ditekankan perlu adanya Koordinasi, Sinkronisasi dan Sinergitas Program antara Pemerintah Kabupaten Blitar yang diwakili oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan Otoritas Jasa Keuangan Kediri.

Kemudian dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri, Lembaga Keuangan Perbankan dan Non Perbankan, BUMD Kabupaten Blitar BPR Artha Selaras.

Hal ini guna mendorong literasi keuangan di masyarakat untuk mewujudkan system keuangan inklusif yang lebih merata di Kabupaten Blitar.

Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata peran Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperkecil kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan.

Lalu memfasilitasi edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat termasuk kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Blitar yang dalam hal ini diwakili oleh perwakilan Asosiasi Usaha Mikro Blitar Sejahtera (Asmara) seluruh Kecamatan di Kabupaten Blitar.

Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah menambahkan, kepada para narasumber untuk memberikan materi sebagai acuan dalam meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan kepada Pelaku UMKM di Kabupaten Blitar.

“Semoga kegiatan ini mampu mengembangkan UMKM karena pelaku UMKM dapat lebih memahami konsep dasar dari produk keuangan, melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, serta melindungi UMKM dari penipuan dan usaha tidak sehat di pasar keuangan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Blitar daria.Sri Wahyuni M.Si menambahkan, sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan ini adalah mencegah terjebaknya masyarakat kabupaten Blitar dengan pinjaman online atau pinjol ilegal.

Meski belum punya data, namun ada indikasi banyak masyarakat terlilit utang pinjol.

“Kalau masyarakat terlilit utang di bank titil (sebutan rentenir) yang biasa ada di pasar-pasar tradisional. Tentu hal yang sama bisa saja terjadi di pinjol, maka dari itu kita sosialisasikan dalam meminjam modal gunakanlah lembaga yang resmi-resmi saja sesaui dengan arahan OJK yang hadir di sosialisasi ini,” tambahnya. (ADV/kmf/Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *