Bibit Siklon Tropis Terpantau di Wilayah Indonesia, Ini Area Terdampak

2 menit baca

Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 91S dan 93S di perairan Indonesia, serta Suspect Area, yakni gangguan tropis yang berpotensi tumbuh menjadi bibit siklon tropis.

Hingga 9 Desember 2024 pukul 19.00 WIB, bibit siklon tropis ini memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Penjelasan Siklon Tropis

Siklon tropis adalah badai besar dengan radius rata-rata 150-200 km, ditandai oleh angin berkecepatan lebih dari 63 km/jam di sekitar pusatnya.

Siklon ini terbentuk di atas lautan hangat (suhu ≥26,5°C) dan dapat hidup selama 3-18 hari.

Mata siklon, pusatnya, memiliki angin relatif tenang, dikelilingi oleh dinding mata dengan angin dan curah hujan terkuat.

Dampak Bibit Siklon Tropis 91S

Bibit 91S berada di Samudaria Hindia barat daya Lampung (10,0°LS, 99,1°BT) dengan kecepatan angin 25 knots (46 km/jam) dan tekanan minimum 1.003 hPa. Meski berpotensi rendah menjadi siklon tropis, dampaknya meliputi:

Hujan dan Angin Kencang: Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat.

Gelombang Tinggi:

1,25-2,5 meter: Selat Karimata, Laut Jawa, perairan barat Aceh hingga Bengkulu, Samudaria Hindia barat Aceh hingga Bengkulu.

2,5-4 meter: Perairan barat Bengkulu dan Lampung, Selat Sunda bagian barat-selatan, perairan selatan Pulau Jawa, Samudaria Hindia selatan Jawa.

Dampak Bibit Siklon Tropis 93S

Bibit 93S berada di Samudaria Hindia selatan Sumba (15,7°LS, 119,1°BT) dengan kecepatan angin 20 knots (37 km/jam). Dampaknya meliputi:

Hujan dan Angin Kencang: Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, NTT.

Gelombang Tinggi:

1,25-2,5 meter: Selat Makassar bagian selatan, Selat Bali, Badung, Lombok, Laut Sawu, Laut Bali, Laut Flores.

2,5-4 meter: Perairan selatan Bali hingga NTT, Samudaria Hindia selatan Bali hingga NTT.

Dampak Suspect Area di Laut Arafuru

Suspect Area terpantau di Laut Arafuru selatan Kepulauan Tanimbar dengan kecepatan angin 5-10 knots (9-19 km/jam) dan tekanan minimum 1.007 hPa. Meski potensi menjadi siklon tropis rendah, dampaknya meliputi:

Hujan dan Angin Kencang: Sulawesi Selatan, Maluku bagian selatan, Papua Selatan.

Gelombang Tinggi:

1,25-2,5 meter: Perairan Kepulauan Sermata-Tanimbar.

2,5-4 meter: Perairan Kepulauan Kai-Aru, Laut Arafuru bagian barat-tengah.

Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi BMKG dan aplikasi BMKG. Tetap pantau perkembangan cuaca untuk keselamatan.(Red/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *