Blitar, Satujuang.com – Komisi II DPRD Kabupaten Blitar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk sigap merespons ancaman krisis air dan kemarau panjang.
Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) diminta memfokuskan pengembangan serta distribusi bibit tanaman pangan yang adaptif terhadap lahan kering.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto, menegaskan bahwa ketersediaan benih bergenotipe ramah kekeringan menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko gagal panen akibat irigasi yang terbatas.
“Jika kita memiliki bibit unggul yang mampu bertahan hidup dan tetap berproduksi meski kekurangan air, kita tidak perlu khawatir akan ancaman krisis pangan. DKPP harus fokus pada pemilihan benih ini sekaligus memberikan pendampingan intensif kepada kelompok tani,” ujar Suwito pada Sabtu (15/8/26).
Suwito mendorong peralihan dan penguatan komoditas pangan alternatif yang relatif stabil di cuaca panas jika padi sawah konvensional sulit tumbuh:
- Padi Gogo: Varietas khusus yang dirancang efisien untuk lahan kering dan area tadah hujan.
- Sorgum & Jagung Hibrida: Tanaman tangguh dengan tingkat toleransi tinggi terhadap cuaca minim air.
- Ubi Jalar & Singkong: Komoditas dengan sistem perakaran cepat berkembang untuk menyerap kelembapan tanah.
Selain inovasi komoditas benih, DPRD Kabupaten Blitar juga mengapresiasi langkah taktis Pemkab Blitar dalam mengoptimalkan proyek irigasi perpompaan untuk mengairi sawah kritis, percepatan Gerakan Tanam sebelum puncak kemarau, serta dorongan pembuatan sumur ladang mandiri oleh para petani.
Sinergi antara pemilihan benih tahan kering dan optimalisasi pasokan air darurat ini diharapkan menjadi solusi konkrit dalam menjaga target produksi serta ketahanan pangan di Kabupaten Blitar. (Adv/Herlina)












