Kota Bengkulu, Satujuang.com – Kasus pencurian pakaian dalam yang menyasar area jemuran rumah indekos putri di kawasan Jalan Merawan 14, Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu kian meresahkan para penghuni.
Aksi pencurian pakaian dalam tersebut dilaporkan telah berlangsung berulang kali selama beberapa bulan terakhir tanpa terdeteksi oleh para penghuni indekos.
Mayoritas korban merupakan kalangan mahasiswi perantau yang tinggal di pemukiman padat hunian indekos di wilayah perguruan tinggi tersebut.
Salah seorang mahasiswi yang menjadi korban, Bela, menuturkan bahwa barang-barang miliknya yang mendadak raib dari tali jemuran berupa pakaian harian santai dan pakaian dalam.
“Tanktop sama pakaian dalam,” ungkap Bela saat menceritakan insiden kehilangan tersebut, Jumat (30/10/26).
Bela membeberkan bahwa dirinya bukan satu-satunya sasaran, sebab sejumlah rekan satu indekos turut kehilangan perlengkapan busana pribadi yang dijemur di area luar kamar.
“Biasanya pakaian dalam, celana dalam, bra (BH). Kawan-kawan kosan di sini, khusus pakaian cewek-cewek yang hilang itu,” tuturnya.
Kecurigaan para penghuni kos terhadap keterlibatan pihak luar semakin menguat menyusul kesaksian penghuni lainnya bernama Dira.
Dira mengaku sempat memergoki dua orang pria tak dikenal dengan gelagat mencurigakan yang berdiri di area mulut gang sebelum peristiwa kehilangan berlangsung.
“Sebelum kejadian itu memang ada cowok berdua, gerak-geriknya mencurigakan. Ada dua pria menunggu di dekat gang. Bolak-balik,” beber Dira.
Menurut para penghuni, aksi pengambilan barang pribadi tersebut berlangsung kilat, di mana pakaian yang baru saja dijemur bisa lenyap hanya dalam rentang waktu singkat.
Bahkan, penghuni kamar yang berada tepat di sebelah kediaman Dira juga mengalami hal serupa, yakni kehilangan pakaian dalam saat ditinggal beraktivitas.
Rangkaian aksi pencurian yang terjadi berulang selama berbulan-bulan ini mulanya enggan dilaporkan para korban ke ranah hukum karena merasa risih dan menganggap nilai kerugian materiil tidak seberapa.
Namun, keresahan yang kian memuncak mendorong para mahasiswi ini berinisiatif mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar permukiman demi membongkar identitas para pelaku.
Peristiwa pencurian pakaian dalam semacam ini turut memantik sorotan publik bila dibedah dari kacamata perilaku kejiwaan dan psikologi kriminal.
Tindakan mengambil benda pribadi seperti pakaian dalam wanita umumnya memiliki spektrum motif yang sangat berbeda dibandingkan aksi pencurian barang berharga pada umumnya.
Para pakar perilaku memetakan potensi motif ke dalam beberapa kategori, mulai dari motif komersial bernilai ekonomi, gangguan kontrol impuls, hingga dorongan penyimpangan hasrat seksual tertentu.
Dalam literatur psikologi klinis, perilaku mengambil busana intim kerap dikaitkan dengan parafilia atau fenomena fetisisme.
Kondisi fetisisme terjadi ketika seseorang memiliki ketertarikan seksual intens terhadap benda mati atau bagian non-seksual tertentu, seperti kain pakaian dalam, bra, atau stoking wanita.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua aksi pencurian pakaian dalam serta-merta dapat dicap sebagai bentuk penyimpangan fetisisme tanpa adanya asesmen klinis komprehensif.
Latar belakang individu, pola eksekusi di lapangan, serta temuan barang bukti dalam penyelidikan aparat penegak hukum menjadi penentu utama dalam membaca motif riil pelaku.
Selain fetisisme, ranah psikologi juga mengenal terminologi kleptomania, yakni gangguan kejiwaan berupa ketidakmampuan menahan dorongan untuk mengambil barang milik orang lain.
Penderita kleptomania pada umumnya terdorong mengambil suatu objek tanpa didasari oleh motif mencari keuntungan finansial, balas dendam, maupun kebutuhan pribadi terhadap fungsi barang tersebut.
Oleh karena itu, penegakan diagnosis kleptomania maupun parafilia memerlukan evaluasi mendalam dari dokter spesialis kejiwaan atau psikiater berwenang, bukan sekadar pelabelan awam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat belum menerima laporan resmi tertulis dari para korban, kendati aparatur lingkungan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.
Para penghuni indekos berharap bukti rekaman CCTV yang telah mereka kumpulkan dapat segera diserahkan ke pihak berwajib guna memburu para pelaku yang berkeliaran di lingkungan Sawah Lebar Baru.
Langkah penindakan hukum tegas dinilai sangat mendesak demi menjamin rasa aman bagi para mahasiswi dari ancaman pengintaian maupun aksi pelecehan terselubung. (Red)












