Baru Lima Bulan Direhab Jembatan Gantung Garuda Seluma Sudah Nyaris Putus

Seluma, Satujuang.com – Baru berumur lima bulan selesai direhabilitasi, jembatan gantung penghubung Desa Bandung Agung dan Desa Gelombang di Kabupaten Seluma sudah mengalami kerusakan parah hingga nyaris putus.

Insiden putusnya kabel seling baja pada Kamis (15/10/26) sore tersebut mengakibatkan lantai jembatan miring ekstrem, dua sepeda motor tersangkut, serta empat orang petani mengalami luka-luka.

Peristiwa ini sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait mutu material dan kelayakan konstruksi jembatan perintis tersebut.

Pasalnya, jembatan gantung yang menjadi urat nadi perekonomian warga dua kecamatan itu baru saja tuntas diperbaiki melalui program Jembatan Gantung Garuda oleh personel Kodim 0425/Seluma pada Mei 2026 lalu.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gelombang, Bambang, membenarkan bahwa jembatan vital tersebut belum lama selesai direhabilitasi sebelum akhirnya rusak kembali.

“Iya, tadi jembatan gantung putus. Jembatan gantung itu baru direhab tentara. Saat ini para korban telah mendapatkan penanganan pertama dan sudah dievakuasi ke tempat yang aman,” ujar Bambang, Kamis (15/10).

Kapolsek Semidang Alas Maras (SAM), Ipda Alan Jaya Kesumah, SH, MH, memastikan jajarannya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya mas, anggota kita sudah melakukan olah TKP. Tidak ada korban jiwa, hanya ada empat orang warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut,” kata Alan.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, SE, M.Han., yang meninjau lokasi menyebut insiden tersebut dipicu oleh kelebihan kapasitas pelintas.

“Penyebab jembatan yang baru direhab ini karena over load kapasitas, padahal sudah ada terpampang peringatan jelas di tiang jembatan maksimal itu 3 orang dan 1 sepeda motor. Memang butuh kesadaran bersama di sini, dan nanti tulisan peringatan akan kita perbesar lagi,” tegas Brigjen TNI Jatmiko, Jumat (16/10).

Ia menambahkan, pihaknya telah memerintahkan rekanan untuk bergerak cepat memulihkan akses penghubung tersebut.

“Kita secepatnya akan memperbaiki kembali jembatan vital ini, supaya kembali bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, dan anak-anak sekolah. Nanti jajaran akan menyambangi kediaman para petani yang luka-luka kemarin, akan kita berikan santunan,” tambahnya.

Meski demikian, dalih kelebihan kapasitas tersebut tetap memantik sorotan kritis dari publik.

Masyarakat mempertanyakan daya tahan teknis konstruksi jembatan yang dinilai sangat rentan, mengingat kerusakan terjadi saat jembatan hanya dilintasi oleh empat petani dan dua unit sepeda motor.

Kondisi tersebut memunculkan desakan perlunya uji kelayakan independen terhadap spesifikasi kabel seling yang dipasang pihak rekanan.

Pemeriksaan teknis menyeluruh dinilai mutlak dilakukan agar proyek infrastruktur perintis di pedesaan benar-benar menjamin keselamatan nyawa warga, bukan sekadar selesai secara seremonial. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *