Seluma, Satujuang.com – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bandung Agung (Kecamatan Semidang Alas) dengan Desa Gelombang (Kecamatan Semidang Alas Maras), Kabupaten Seluma, mengalami kerusakan serius pada Kamis (15/10/26) sore.
Putusnya salah satu kabel seling penahan membuat lantai jembatan miring dan mengakibatkan empat orang petani mengalami luka-luka.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.40 WIB tersebut turut menyebabkan dua unit sepeda motor tersangkut di bagian jembatan yang miring.
Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga lantaran jembatan tersebut diketahui baru saja selesai direhabilitasi oleh personel TNI.
Empat korban yang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini masing-masing diidentifikasi sebagai:
- Ardianto (35), warga Desa Tedunan.
- Relan (60), warga Desa Ketapang Baru.
- Bintang (28), warga Desa Genting Juar.
- Yes (42), warga Kelurahan Pajar Bulan.
Seluruh korban diketahui merupakan warga Kecamatan Semidang Alas Maras.
Selepas kejadian, warga sekitar langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi para korban ke tempat yang aman.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gelombang, Bambang, turut membenarkan insiden amblesnya jembatan yang belum lama diperbaiki tersebut.
“Iya, tadi jembatan gantung putus. Jembatan gantung itu baru direhab tentara. Saat ini para korban telah mendapatkan penanganan pertama dan sudah dievakuasi ke tempat yang aman,” ujar Bambang.
Selain mengevakuasi korban, warga bersama-sama bergotong royong mengangkat dua sepeda motor yang tersangkut di badan jembatan agar tidak terjatuh ke sungai dan menghindari risiko kecelakaan susulan.
Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, SIK, MIK, melalui Kapolsek Semidang Alas Maras (SAM) Ipda Alan Jaya Kesumah, SH, MH, memastikan jajarannya telah turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Alan menjelaskan bahwa kerusakan dipicu oleh putusnya tali penahan atau kabel penggantung di sisi kanan jembatan, yang mengakibatkan struktur lantai miring ke arah kanan atau bagian hilir sungai.
“Iya mas, anggota kita sudah melakukan olah TKP. Tidak ada korban jiwa, hanya ada empat orang warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut,” kata Alan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar untuk sementara waktu tidak nekat melintasi jembatan tersebut sampai ada pemeriksaan konstruksi menyeluruh dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Terputusnya akses vital ini berpotensi besar melumpuhkan mobilitas harian warga antardesa, terutama dalam menunjang kegiatan sektor pertanian.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti putusnya kabel seling penahan jembatan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (da)





















