Pasca Pernyataan Dewan Tolak Parkir Alfamart, 25 Jukir Datangi Kantor DPRD Kota Bengkulu

2 menit baca

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Buntut dari sikap tegas anggota DPRD Kota Bengkulu yang menolak pemungutan retribusi parkir di gerai ritel modern Alfamart, sebanyak 25 juru parkir (jukir) ‘ngluruk’ mendatangi Gedung DPRD Kota Bengkulu, Senin (28/9/26).

Puluhan jukir tersebut datang mencecar dua wakil rakyat, Rodi dan Edy Haryanto, guna menuntut penjelasan dan klarifikasi langsung atas pernyataan dewan yang dinilai mematikan piring nasi mereka.

Pernyataan dari kedua legislator tersebut ditangkap oleh para jukir sebagai bentuk larangan total terhadap aktivitas perparkiran di area ritel modern, yang seketika menyulut kepanikan ratusan pekerja di lapangan.

Perwakilan jukir, Roky, menegaskan bahwa aksi penggerudukan ini dipicu oleh rasa frustrasi warga kecil yang menggantungkan hidup keluarga mereka dari pecahan uang seribu dua ribu rupiah dari jasa parkir.

“Kami ini rakyat kecil. Penghasilan parkir hanya untuk menghidupi keluarga. Cuma cari uang seribu dua ribu, bukan untuk kaya. Kalau memang ada aturan yang melarang, kami ingin tahu dasar dan ketentuannya seperti apa!” tegas Roky, dalam video yang beredar.

Roky mendesak agar DPRD dan Pemkot Kota Bengkulu tidak sekadar mengumbar narasi penolakan di media tanpa menyiapkan kepastian hukum dan formulasi pengerjaan yang jelas.

Menurutnya, ketiadaan solusi konkret berisiko menciptakan bentrokan dan kesalahpahaman horizontal antara juru parkir, konsumen, serta pengelola gerai ritel.

“Kami datang untuk meminta penjelasan terbuka agar tidak memicu bentrok di lapangan. Jangan sampai kebijakan atau pernyataan dewan serta-merta menghilangkan mata pencaharian masyarakat,” serunya.

Aksi para jukir ini kian mempertegas benang kusut tata kelola perparkiran di Kota Bengkulu.

Polemik terus meruncing karena kebijakan Pemkot dan DPRD dinilai belum menemukan titik temu dalam menyelaraskan kenyamanan konsumen ritel modern dengan nasib ratusan jukir lokal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *