Kericuhan Warnai Aksi Hari Tani, Polda Bengkulu Dalami Rekaman Video

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Polda Bengkulu mendalami rekaman video terkait kericuhan yang terjadi dalam rangkaian pengamanan aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani, Kamis (24/9/26).

Sebelumnya, rangkaian aksi tersebut berlangsung aman dan damai. Namun, situasi kemudian berkembang hingga terjadi kericuhan yang menjadi perhatian kepolisian dan masyarakat.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto, mengatakan pihaknya menyayangkan terjadinya kericuhan dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyayangkan adanya kericuhan saat pengamanan unras. Pada awalnya kegiatan berlangsung aman dan damai,” ujar Imam.

Menurutnya, kepolisian akan melakukan evaluasi serta pendalaman secara menyeluruh terhadap rangkaian kejadian di lapangan.

Pendalaman dilakukan untuk mengetahui kondisi sebelum, saat, hingga setelah kericuhan terjadi.

Hal itu dinilai penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

“Kami akan mengevaluasi dan melakukan pendalaman secara utuh,” katanya.

Imam mengatakan, sejumlah rekaman video terkait kejadian tersebut telah beredar dan menjadi perhatian masyarakat.

“Kami memahami masyarakat membutuhkan penjelasan. Karena itu, kami tidak ingin berspekulasi,” tegasnya.

Ia memastikan video dan informasi yang beredar akan didalami secara objektif untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian.

“Video dan informasi yang beredar akan kami dalami secara objektif, sehingga apa yang disampaikan nantinya dapat memberikan gambaran yang utuh,” lanjutnya.

Polda Bengkulu juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Imam menegaskan, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Namun, setiap aksi diharapkan tetap berlangsung secara aman, tertib, dan damai.

“Yang paling penting saat ini adalah menjaga ketenangan. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokratis, tetapi mari kita sama-sama memastikan penyampaiannya tetap berlangsung secara aman, tertib, dan damai,” pungkas Imam. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *