Rembuk Stunting, Tanjung Bungai I Susun Strategi Tekan Kasus Tahun 2027

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com – Pemerintah Desa Tanjung Bungai I, Kecamatan Lebong Tengah, menggelar Rembuk Stunting sebagai upaya menyusun strategi percepatan penurunan angka stunting pada 2027. Kegiatan berlangsung di kantor desa, Selasa (21/7/26).

Rembuk dihadiri Camat Lebong Tengah Andes Anderson beserta jajaran, Kepala Desa Tanjung Bungai I Edi Munandar bersama perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, Kepala Puskesmas Semelako, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, serta kader Posyandu.

Kepala Desa Tanjung Bungai I, Edi Munandar, mengatakan rembuk stunting menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama 2026 sekaligus menyusun langkah yang lebih efektif pada tahun mendatang.

Menurutnya, Pemerintah Desa berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting melalui program yang bersumber dari Dana Desa, penguatan peran kader Posyandu, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi ibu hamil dan balita.

“Harapan kami melalui rembuk ini lahir kesepakatan dan program yang benar-benar tepat sasaran. Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak sehingga target penurunan angka stunting, bahkan zero stunting pada 2027, dapat diwujudkan,” ujar Edi.

Sementara itu, Camat Lebong Tengah, Andes Anderson, mengatakan hasil rembuk harus diwujudkan dalam program yang benar-benar menyentuh masyarakat sehingga mampu menekan angka stunting di desa.

“Rembuk ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menyusun langkah yang tepat dalam mencegah stunting. Saya berharap pada 2027 kasus stunting di Desa Tanjung Bungai I terus menurun, bahkan bisa mencapai nol kasus,” kata Andes.

Ia juga meminta seluruh kader Posyandu aktif menyampaikan kondisi balita di lapangan, termasuk faktor penyebab stunting dan upaya pencegahannya agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat.

“Kader Posyandu merupakan ujung tombak di masyarakat. Keaktifan kader sangat menentukan keberhasilan program pencegahan stunting karena mereka yang paling mengetahui kondisi warga,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Puskesmas Semelako menyampaikan berdasarkan data terbaru terdapat lima balita yang terindikasi positif stunting di Desa Tanjung Bungai I.

Menurutnya, penanganan terhadap balita tersebut akan terus dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang, edukasi kepada orang tua, perbaikan pola asuh, serta pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.

“Kami berharap pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat terus bersinergi dalam upaya pencegahan stunting. Dengan kerja sama yang baik, kami optimistis angka stunting di Desa Tanjung Bungai I dapat terus ditekan,” ungkapnya.

Melalui rembuk stunting tersebut, seluruh peserta menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai dasar penyusunan program kerja tahun 2027 agar upaya pencegahan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (ficky).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *