Ratusan Massa Gelar Aksi Damai di Pemkab Blitar, Desak Keberlanjutan Program MBG

3 menit baca

Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Gelombang dukungan terhadap Program MBG (Makan Bergizi Gratis) terus menguat di Kabupaten Blitar.

Sejumlah massa menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar pada Kamis (18/6/26), guna menyatakan sikap dan mengawal keberlanjutan program strategis nasional tersebut.

Dalam orasinya, massa menilai program MBG tidak sekadar memberikan manfaat kesehatan bagi para peserta didik di sekolah, namun juga menjadi stimulus positif bagi roda perekonomian di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga keterlibatan kaum buruh dalam rantai pasok pangan.

Sampaikan 4 Tuntutan Utama Demi Indonesia Emas 2045

 

Koordinator aksi, Joko Prasetyo, menyampaikan empat tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dalam menyikapi dinamika keberlangsungan program ini. Empat poin tersebut antara lain:

  • Peningkatan SDM: Melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis secara konsisten guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini.
  • Kemandirian Sektor Pangan: Menjadikan program MBG sebagai katalisator utama untuk mewujudkan kemandirian para petani, nelayan, dan peternak lokal.
  • Stabilitas Harga: Mendorong terwujudnya kemandirian pangan nasional serta stabilitas harga komoditas pangan secara berkelanjutan.
  • Visi Generasi Masa Depan: Memastikan program MBG dikawal ketat sebagai pilar utama dalam mencetak Generasi Indonesia Emas 2045.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya memberikan manfaat kepada anak-anak sekolah sebagai penerima langsung, tetapi juga berdampak nyata pada petani, nelayan, pelaku usaha, hingga kaum buruh yang terlibat dalam rantai penyediaan bahan pangan,” teriak Joko di hadapan massa aksi.

Sasar 211 Ribu Pelajar Blitar Berdasarkan Standar Gizi Nasional

 

Joko memaparkan, dukungan masif dari elemen masyarakat ini lahir karena dampak jangka panjang yang ditawarkan program tersebut terhadap perbaikan kualitas genetika dan kecerdasan generasi muda.

Di wilayah Kabupaten Blitar sendiri, tercatat ada sekitar 211 ribu pelajar yang menjadi penerima manfaat program MBG setiap harinya.

Setiap porsi makanan yang disajikan kepada siswa dipastikan telah lolos uji dan disusun berdasarkan standar gizi ketat yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mencakup pemenuhan kalori, karbohidrat, protein, serta mikronutrisi penting lainnya.

Menurutnya, investasi di bidang pemenuhan gizi memang tidak bisa dipetik hasilnya dalam waktu sekejap, melainkan membutuhkan proses panjang untuk melihat ketahanan fisik dan kecerdasan anak di masa depan.

“Peningkatan kecerdasan dan kualitas generasi tidak bisa dilihat dalam sehari atau semalam. Semua membutuhkan proses panjang. Karena itu, masyarakat mendukung agar program ini tetap dilanjutkan demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Menanggapi adanya riak-riak kecil dari kelompok yang menyuarakan penolakan terhadap MBG, Joko dengan tegas mengajak pihak-pihak tersebut untuk turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi riil masyarakat di lapisan bawah, khususnya keluarga kurang mampu.

Baginya, anak-anak dari keluarga sederhana yang bermukim di kawasan pedesaan, wilayah pesisir pantai, serta daerah terpencil merupakan kelompok rentan yang paling membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dari negara.

“Jika melihat langsung kondisi mereka di lapangan, saya yakin aspek kemanusiaan akan menjadi pertimbangan utama bagi semua pihak untuk mendukung program ini,” pungkas Joko menutup orasinya.

Rangkaian aksi damai yang berjalan tertib ini dikawal ketat oleh aparat keamanan hingga massa membubarkan diri dengan teratur. (Herlina/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *