Komitmen Pra-Tambang, Tridaya Group Salurkan Bantuan Rumah Ibadah dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

2 menit baca

Karimun, Satujuang.com – Meski belum memulai aktivitas penambangan secara resmi, PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera di bawah naungan Tridaya Group mulai merealisasikan sejumlah program pra-tambang.

​Langkah ini ditandai dengan aksi nyata penyaluran bantuan sosial ke rumah ibadah serta pembukaan lowongan pekerjaan yang memprioritaskan masyarakat tempatan di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

​Salurkan Bantuan Kegiatan Keagamaan

​Melalui Tim Corporate Social Responsibility (CSR), Tridaya Group menyerahkan bantuan untuk menyokong kegiatan keagamaan di Masjid Nurudin, Kelurahan Sawang.

​Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh pengurus masjid serta disaksikan oleh Camat dan tokoh agama setempat pada Rabu (3/6/2026).

​”Mohon diterima, ini sebagai bentuk kepedulian kami serta komitmen Tridaya di setiap program. Sekiranya bisa membantu kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Leader Team CSR Tridaya Group, Armansyah.

​Wakil Ketua Pengurus Masjid Nurudin, Mardani, menyampaikan rasa terima kasih dan mengakui bantuan tersebut sangat menunjang agenda keagamaan mereka dalam waktu dekat.

​Ia berharap langkah aktif peduli keagamaan ini dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah tersebut.

​Serap Puluhan Pelamar Kerja Warga Tempatan

Komitmen Pra-Tambang, Tridaya Group Salurkan Bantuan Rumah Ibadah dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Sudah puluhan orang warga setempat yang memasukkan lamaran ke kantor perusahaan

​Selain bantuan sosial, manajemen Tridaya Group juga mulai membuka peluang kerja bagi penduduk lokal, khususnya warga yang berada di area terdampak.

​Hingga Selasa lalu, tercatat sedikitnya 30 berkas lamaran kerja dari warga setempat telah masuk secara resmi ke kantor perusahaan.

​Salim, salah seorang warga Sawang yang melamar posisi operator dump truck, menyambut baik kebijakan perusahaan yang mengutamakan tenaga kerja lokal.

​”Alhamdulillah, dengan adanya perusahaan ini bisa membuka peluang kerja bagi kami warga tempatan. Apalagi mengutamakan warga lokal,” kata Salim.

​Warga Sesalkan Provokasi Penolakan Tambang

​Di sisi lain, adanya peluang kerja ini membuat sejumlah pemuda daerah menyesalkan adanya provokasi penolakan aktivitas tambang yang diembuskan oleh oknum tertentu.

​Gerakan penolakan tersebut dinilai egois dan tidak memikirkan nasib ratusan warga lain yang sedang membutuhkan lapangan pekerjaan untuk menyambung hidup.

​”Mereka itu hanya memikirkan diri sendiri. Ratusan warga kan mendukung, mereka (yang menolak) ada kepentingan saja. Apakah mereka bisa memberikan kami pekerjaan?” keluh Salim.

​Saat ini, warga dan pemuda setempat menaruh harapan besar agar operasional Tridaya Group dapat berjalan lancar demi mengurangi pengangguran.

​Masyarakat juga menyatakan sangat menantikan program beasiswa S1 yang dijanjikan perusahaan bagi warga di wilayah terdampak. ​(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *