Warga Desa Lubuk Gio Krisis Air Bersih Pasca Banjir Melanda

Satujuang, Seluma- Warga Desa Lubuk Gio, Kecamatan Talo, kini menghadapi krisis air bersih yang parah pasca banjir melanda.

Banjir yang terjadi pada 5 April 2026 telah meninggalkan dampak serius bagi pemukiman mereka.

Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi genangan keruh bercampur lumpur dan limbah.

Air yang dulunya jernih, kini tak lagi layak disentuh, apalagi untuk dikonsumsi.

Aroma tak sedap menyeruak dari dalam sumur, memaksa warga menahan haus atau berjalan jauh demi mendapatkan air bersih.

Sejumlah warga hanya bisa menatap sumur mereka dengan pasrah.

Anak-anak mulai mengeluh, sementara para ibu harus memutar otak agar kebutuhan air untuk memasak dan minum tetap terpenuhi.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemulihan pascabencana yang belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Kepala Desa Lubuk Gio, Ansori, mengungkapkan bahwa bantuan yang datang sejauh ini belum sepenuhnya menjawab persoalan utama yang dihadapi warganya.

Ansori mengapresiasi bantuan dari pemerintah Kabupaten Seluma, namun ia merasa bantuan tersebut belum begitu mengena di kebutuhan dasar warga, termasuk pangan.

“Yang paling dibutuhkan adalah sarana air bersih,” ujar Ansori, Selasa (7/4/26).

Pemerintah desa telah berupaya maksimal membantu masyarakat membersihkan rumah dan fasilitas umum.

Namun, keterbatasan dana desa yang belum cair menghambat pencarian solusi lain.

“Kami harap BPBD, Dinsos Seluma bisa membantu kami,” lanjut Ansori.

Tanpa air bersih, ancaman penyakit mengintai, memperpanjang penderitaan yang seharusnya bisa segera diakhiri. (da)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *