Perkuat Alutsista, Indonesia–Prancis Tandatangani Kerjasama Pertahanan

4 menit baca

Satujuang, Jakarta – Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, tiba di Jakarta untuk melakukan kunjungan kenegaraan dan disambut secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Rabu (28/5/25).

Kedatangan Macron menandai momen penting dalam usaha mempererat kemitraan Indonesia–Prancis yang telah terjalin sejak 75 tahun lalu.

Dalam pernyataan pers usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Macron merupakan kepala negara Uni Eropa pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia selama masa kepemimpinannya.

“Kunjungan ini mempertegas kedekatan dan persahabatan kuat antara Indonesia dan Perancis,” ujarnya.

Momentum ini sekaligus menjadi momen peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, yang ditandai dengan penandatanganan “Joint Vision 2050”—sebuah deklarasi visi bersama menjelang perayaan satu abad hubungan bilateral di tahun 2050.

Deklarasi “Joint Vision 2050” diresmikan sebagai kerangka kerja sama jangka panjang, mencakup berbagai bidang strategis mulai dari pertahanan, ekonomi, hingga pendidikan.

Menurut Presiden Prabowo, adopsi visi bersama tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kolaborasi demi kemajuan bersama.

“Dengan Joint Vision 2050, kita sepakat memetakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama hingga perayaan 100 tahun hubungan diplomatik,” kata Prabowo.

Penguatan Kerjasama Pertahanan

Salah satu fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah pengembangan kerjasama di sektor pertahanan.

Prabowo menyampaikan bahwa Prancis menjadi mitra kunci Indonesia dalam modernisasi alutsista.

“Kerjasama pertahanan Indonesia–Prancis sudah berjalan dengan baik. Prancis membantu pengembangan industri pertahanan kita melalui program joint production dan alih teknologi,” jelasnya.

Hasil positif dari pertemuan Indonesia–France Defense Dialogue ke-11 turut mendapat sorotan.

Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam latihan angkatan laut multilateral La Pérouse juga dianggap sebagai bukti nyata sinergi pertahanan kedua negara.

Sebagai wujud komitmen bersama, Presiden Macron dijadwalkan untuk mengunjungi Akademi Militer Magelang pada hari kedua kunjungannya.

“Keesokan hari, saya akan mendampingi Presiden Macron meninjau proses pendidikan dan pelatihan di Akademi Militer Magelang,” tambah Prabowo.

Kerjasama Ekonomi dan Investasi

Dalam sektor ekonomi, Presiden Prabowo dan Presiden Macron sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi yang lebih seimbang.

Keduanya juga menekankan pentingnya percepatan ratifikasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EU CEPA).

“Kami meminta dukungan Prancis untuk memuluskan proses Indonesia–EU CEPA. Presiden Macron pun menyatakan kesiapan membantu Indonesia, termasuk dorongan agar Indonesia lebih cepat bergabung dengan OECD,” ujar Prabowo.

Pertemuan ini juga menyinggung potensi investasi di bidang transisi energi, ketahanan pangan, dan maritim.

Prancis, dengan teknologi maju di sektor energi terbarukan, diharapkan dapat memfasilitasi upaya Indonesia dalam mencapai target energi bersih.

Sementara pada bidang ketahanan pangan, kedua negara sepakat berbagi inovasi pertanian dan mendukung program pangan bergizi untuk masyarakat kurang mampu.

Kolaborasi Pendidikan dan Sains

Bidang pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan strategis Indonesia–Prancis.

Presiden Prabowo menyampaikan keinginan untuk memperluas kesempatan mahasiswa Indonesia belajar di Prancis, khususnya dalam disiplin sains, teknik, dan kedokteran.

“Kami telah mengajukan permohonan kepada pihak Prancis untuk menambah kuota beasiswa bagi pelajar kita di berbagai jurusan yang menjadi prioritas nasional,” tuturnya.

Dukungan Prancis dalam riset bersama dan program pertukaran akademik diharapkan dapat memacu kualitas SDM Indonesia serta memperluas jejaring ilmiah kedua negara.

Kolaborasi ini meliputi kerja sama riset universitas, program beasiswa, dan magang mahasiswa dalam proyek-proyek penelitian di laboratorium Prancis.

Keakraban Antar-Pemimpin

Suasana hangat mewarnai pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Selain membicarakan kerja sama formal, Prabowo juga mengungkapkan rasa terima kasih atas undangan menghadiri perayaan Hari Bastille di Paris.

“Saya sangat menghargai undangan Presiden Macron untuk hadir pada Hari Bastille. Bahkan, beliau juga mengundang kontingen TNI untuk ikut defile. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” ungkap Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa sebelum ini, ketika menonton perayaan Bastille, dirinya hanya bisa menyaksikannya dari pinggir jalan.

Kini, berkat undangan resmi, ia berkesempatan berada di panggung dengan Presiden Macron. Momen ini mencerminkan kedekatan personal yang juga memengaruhi kedalaman kerja sama kedua negara.

Signifikansi Bagi Masa Depan Hubungan Bilateral

Kunjungan kenegaraan Emmanuel Macron ke Indonesia bukan semata seremoni negara, melainkan tonggak penting yang mencerminkan kematangan hubungan Indonesia–Prancis.

Dengan adopsi Joint Vision 2050, kedua negara menegaskan visi strategis bersama, tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan kemitraan hingga seabad mendatang.

Dari pertahanan, ekonomi, hingga pendidikan, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi untuk menghadapi tantangan global di dekade-dekade mendatang. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *