Oleh: Yusnita Alfalah Setia
Belakangan ini, TikToker Awbimax alias Bima Yudho Saputro memposting video kritik tentang kondisi jalan di Lampung yang viral di media sosial.
Video tersebut menunjukkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang, serta kekurangan penerangan jalan di daerah tersebut.
Permasalahan
Kritik Bima ini rupanya memancing perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di Lampung.
Dalam sebuah artikel di Liputan6.com, beberapa warga di Lampung mengaku bahwa setelah video Bima viral, kondisi jalan di daerah tersebut mulai diperbaiki.
Bahkan, beberapa jalan yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki, serta pemasangan lampu penerangan jalan di beberapa daerah.
Pembahasan
Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan bahwa Lampung menjadi salah satu daerah dengan kondisi jalan terburuk di Indonesia pada 2019.
Dari total 1.176 kilometer jalan provinsi di Lampung, sebanyak 210 kilometer atau sekitar 18% di antaranya rusak berat.
Selain itu, sebanyak 318 kilometer atau sekitar 27% di antaranya rusak sedang. Kondisi ini tentu sangat memengaruhi mobilitas masyarakat di daerah tersebut.
Selain masalah jalan, Lampung juga memiliki masalah dengan pelayanan kesehatan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Lampung merupakan salah satu provinsi dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia pada 2020.
Angka kematian ibu di Lampung sebesar 144 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi sebesar 14 per 1.000 kelahiran hidup. Masalah ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Lampung masih perlu ditingkatkan.
Penutup
Kritik Bima tentang kondisi Lampung seharusnya dijadikan sebagai pembuka mata untuk pembangunan di daerah tersebut.
Dalam pembangunan, pemerintah harus memperhatikan kebutuhan masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Pemerintah juga harus berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut agar masyarakat dapat menikmati fasilitas yang sama dengan daerah-daerah lainnya.
Kritik Bima juga menunjukkan pentingnya peran media sosial dalam memberikan informasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Melalui media sosial, kritik Bima dapat diketahui oleh banyak orang dan menjadi perhatian pemerintah. Oleh karena itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai alat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Selain itu, kritik Bima juga menunjukkan pentingnya adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan.
Masyarakat harus dapat mengetahui rencana pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan memantau realisasi pembangunan tersebut.
Hal ini dapat menghindarkan terjadinya korupsi dan memastikan bahwa pembangunan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam menghadapi kritik seperti yang dilakukan oleh Bima, pemerintah seharusnya tidak defensif atau merasa tersinggung.
Sebaliknya, pemerintah harus bersikap terbuka dan siap menerima kritik tersebut. Kritik dapat menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan yang lebih baik lagi.
Penulis adalah seorang Redaktur di media Satujuang.com






