Satujuang- Usulan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2023 belum juga diajukan pemerintah kota ke DPRD.
Namun, muncul sejumlah proyek pengadaan baik barang dan jasa menggunakan sumber dana APBD-P dan diduga sudah ada yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.
“Masuk aja belum,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, ketika diajukan pertanyaan kapan APBD-P ketok palu, Sabtu (16/9/23).
Dengan belum masuknya usulan rencana anggaran perubahan dari Pemerintah Kota hingga saat ini, dikhawatirkan tidak cukup waktu untuk melakukan pembahasan ditingkat legislatif.
“Sekda tidak pernah ada di daerah, APBD-P terancam tidak dibahas,” singkat Marliadi dalam pesan WhatsApp-nya ketika dihubungi.
Pewarta Satujuang sudah berusaha melakukan komunikasi dengan Sekretaris Daerah Kota Bengkulu melalui sambungan pesan WhatsApp.
Untuk menanyakan kapan rencana Pemkot akan mengajukan rencana anggaran perubahan, juga apa alasan sehingga usulan tersebut belum kunjung dimasukkan ke DPRD.
Namun sayangnya, hingga berita ini ditayangkan belum ada respons dari yang bersangkutan.
Menurut informasi yang didapatkan media ini, ada 40 paket pekerjaan di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang menggunakan sumber dana dari APBD-P 2023.
Dengan nilai beragam dari Rp.100 hingga Rp.200 juta, metode pemilihan E-purchasing dan Penunjukan Langsung. Waktu pemilihannya dari Februari hingga Agustus 2023.
Salah satunya Belanja Gordin, dengan nominal Rp.200 juta. Pemanfaatan barang jasa pada September 2023, jadwal pelaksanaan pada bulan September 2023 dan Jadwal Pemilihan Penyedia pada Agustus-September 2023.
Kemudian juga ada 1 paket di Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggunakan sumber dana APBD-P bernilai Rp.100 juta dengan waktu pemilihan pada bulan April 2023. (Red)






