Usin: Salah Satu Citra Bersih Rohidin, Bangun Bengkulu Tanpa Ngutang dan Naikkan Pajak

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang- Salah satu citra bersih Rohidin Mersyah yang membanggakan adalah membangun provinsi Bengkulu tanpa pinjaman utang dan naikkan pajak.

Statment ini dilontarkan oleh anggota DPRD provinsi Bengkulu terpilih 2 periode dari dapil kota Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH yang akrab dipanggil bang Usin, Kamis (29/8/24).

“Bukan hanya mengurusi satu Kabupaten, bukan hanya mengurusi satu kota, tapi mengurusi satu provinsi tanpa pinjaman tanpa hutang, itu salah satu citra bersihnya Rohidin,” ujar bang Usin saat mendampingi pasangan Rohidin-Meriani mendaftar di KPU Provinsi Bengkulu.

Bang Usin menuturkan, mereka dengan partai-partai pengusung lainnya akan berjuang meraih kemenangan untuk pasangan Rohidin-Meriani dengan mengkampanyekan hal-hal positif yang telah dilakukan.

Bukan dengan cara menyebarkan isu-isu negatif pihak lain, apalagi menghalalkan segala cara hanya untuk memenangkan pemilihan umum.

“Sekarang, masyarakat harus pandai memilih, memilah dan menentukan, kemenangan Romer (Rohidin-Meriani) ini nanti bukan kemenangan partai pengusung tapi kemenangan masyarakat yang ingin melanjutkan proses pembangunan,” imbuhnya.

Ditambah lagi kata bang Usin, sebagai point plusnya lagi pasangan Romer adalah dilibatkannya kepentingan perempuan dengan kehadiran Meriani sebagai wakil gubernur.

Menurut Usin, sosok Meriani menjadi contoh nyata perempuan yang mandiri yang tangguh serta secara nyata telah membuktikan keberhasilan-keberhasilannya, yang telah ia capai selama ini.

“2 tokoh hebat ini bisa membangun Bengkulu dengan kemandirian, membangun dengan pendapatan yang ada di dalam ekonomi masyarakat kecil. Bukan dengan pajak dari masyarakat kecil yang dinaikkan, bukan dengan menggadaikan nasib para ASN, ini yang penting bagi kita, membangun dengan kemandirian,” paparnya.

Lebih lanjut bang Usin mengatakan, yang paling penting di dalam proses kampanye nanti, tidak usah bicara soal keburukan dan kelemahan pihak lain.

Ia mengajak mengutamakan positifisme dan optimisme. Mengembangkan apa yang sudah dilakukan Rohidin dan Meriani berdasarkan 2 pengalaman, dibirokrasi dan kewirausahaan.

Pernyataan bang Usin ini, dinilai beberapa pihak berhubungan dengan utang yang dilakukan oleh Helmi Hasan saat menjadi Wali Kota Bengkulu.

Dimana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang dipimpin Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi saat itu berani berhutang kepada Bank Jawa Barat (BJB) sebesar Rp150 miliar.

Terkait utang itu, kemudian ramai di tahun 2021 dikabarkan pihak Pemkot Bengkulu kesulitan untuk membayar utang tersebut. Hutang itupun akhirnya berhasil dibayarkan saat diujung masa jabatan Helmi Hasan – Dedy Wahyudi.

Entah ada hubungannya atau tidak, dimasa kepemimpinan itu uang Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) yang menjadi hak Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu sering kali tersendat dibayarkan.

Nyendatnya TPP ini dirasakan semua ASN Pemkot Bengkulu tanpa terkecuali. Puncak kekesalan para ASN ditunjukkan dengan dilakukannya aksi unjuk rasa pada September 2023 lalu oleh para tenaga kesehatan di depan kantor Dinas Kesehatan.

Juga berhembus kabar banyak pekerjaan yang sempat berhutang dengan pihak kontraktor, salah satunya pembangunan komplek Merah Putih yang menelan anggaran puluhan milliar.

Kemudian juga dikabarkan banyaknya pembangunan jalan yang terpaksa turun spesifikasi karena takut gagal bayar.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Bengkulu turut naik, naiknya bea ini dituding sebagai salah satu penyebab runtuhnya bisnis properti rumah subsidi di Kota Bengkulu.

Selain itu, masyarakat kota Bengkulu juga harus menerima dengan lapang dada kalau Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mereka ikut naik drastis setiap tahunnya hingga sekarang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *