Usai Ganggu Aksi FABB di Depan Kejati, Aksi Serupa Dilakukan di DPRD Provinsi Bengkulu

2 menit baca

Bengkulu, Satujuang.com – Dugaan aksi penghadangan terhadap aksi unjuk rasa Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) ternyata tidak hanya terjadi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Aksi serupa berlanjut saat massa FABB bergeser menggelar orasi di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (24/8/26).

Sekelompok orang berpakaian hitam yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Bengkulu kembali muncul dan mendesak agar unjuk rasa FABB segera dibubarkan.

Kehadiran kelompok tersebut memicu ketegangan tinggi hingga kedua kubu nyaris terlibat bentrok fisik di depan pintu gerbang gedung dewan.

Aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi bergerak cepat menerobos kerumunan untuk memisahkan kedua kelompok dan membentengi lokasi dengan pagar betis.

Sebelumnya, kelompok yang sama sempat memicu kericuhan saat aksi FABB di Kejati Bengkulu.

Saat di Kejati diduga ada aksi pengancaman kepada Koordinator Aksi, Herman Lutpi, agar tidak menyebutkan nama oknum pejabat tinggi Pemkot dan Pemprov Bengkulu.

Salah satu perwakilan kelompok tersebut menyatakan bahwa penolakan dilakukan karena aksi demonstrasi FABB dinilai memicu kegaduhan publik.

“Mereka sudah membuat kekacauan, tiap sebentar demo. Mereka mengatasnamakan masyarakat Bengkulu, kami juga masyarakat Bengkulu. Bukan berarti kami mendukung pemerintah tetapi biarlah aparat bekerja,” ujarnya saat didepan kantor DPRD.

Ia menegaskan agar gelaran unjuk rasa dihentikan demi memelihara ketenangan dan kondusivitas di Provinsi Bengkulu.

“Kami minta dibubarkan, kita butuh ketenangan, apalagi Bengkulu saat sedang rusak, jangan tambah diobok-obok,” tambahnya.

Kendati sempat terhenti akibat gangguan tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan situasi sehingga bentrokan antarmassa dapat dihindari hingga aksi membubarkan diri secara tertib.

Sementara pihak FABB melanjutkan aksi unjuk rasa mereka di depan gerbang kantor DPRD provinsi Bengkulu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *