Tantawi : Pembangunan Enggano Tidaklah Sulit

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali

Bengkulu – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali menilai, membangun Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara tidak sulit jika pemerintah bersinergi.

Pasalnya baik pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten memiliki kewajiban dan tanggung-jawab untuk membangun Pulau Enggano yang merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia tersebut.

“Tinggal lagi bisa tidak sinergi antar pemerintah itu diwujudkan. Ketika sinergi itu ada, kita meyakini tidak susah untuk membangun Enggano. Karena jelas, yang namanya pulau terdepan itu harus diamankan,” tegas Tantawi pada Sabtu, (12/3/22).

Baca Juga :  Pelaku Curanmor Di Bendungan Desa Rantau Panjang, Berhasil Ditangkap

Kata Dewan dari Daerah Pemilihan Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini, untuk pembangunan jangan hanya fokus pada sektor infrastruktur saja. Tetapi juga pelabuhan, angkutan, BBM satu harga, listrik, dan sektor lainnya yang benar-benar menjadi kepentingan dan kebutuhan masyarakat Enggano.

Selain itu mengenai tidak teralokasinya anggaran untuk Enggano, Tantawi mengatakan, melihat kondisi saat ini memang bisa dikatakan akibat ketidakmampuan anggaran terutama bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Masalah Anggaran DPRD Mukomuko Didatangi Rombongan Tenaga Medis dan Non Medis

“Tahun ini juga terjadi pengurangan pendapatan pada tahun ini. Tahun lalu APBD Provinsi ini mencapai Rp 3,4 triliun, tapi tahun ini hanya Rp 2,8 triliun. Jadi ada pengurangan sekitar Rp 600 miliar dari pusat. Kitapun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI terkait pengurangan itu,” bebernya.

Baca Juga :  Korupsi Anggaran Rutin Polres Lebong, Terduga Oknum Polisi Dituntut Kurungan 6 Tahun Penjara

Lebih jauh ditambahkan, jika anggaran pusat terealisasi, pihaknya pasti perjuangkan untuk Enggano. Mengingat sekarang memang belum bisa mengalokasikan anggaran untuk Enggano.

“Anggaran untuk didaratan provinsi Bengkulu ini saja kurang, apalagi yang di tengah laut,” pungkas Tantawi. (Adv)