Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Atlet Nasional: Beasiswa, Karir, dan Bonus Jadi Fokus Utama

Satujuang, Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menerima tiga arahan utama dari Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan kesejahteraan Atlet Nasional melalui beasiswa, karir, dan peninjauan bonus.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan internal yang digelar di Jakarta, Rabu (26/11/25).

Erick Thohir menjelaskan arahan pertama adalah alokasi beasiswa LPDP khusus bagi para Atlet Nasional.

Skema beasiswa tersebut sedang dibahas lebih rinci untuk memastikan ketepatan sasaran dan dukungan masa depan Atlet Nasional setelah pensiun, menurutnya.

Selain itu, arahan kedua mencakup pembukaan ruang karir bagi Atlet Nasional berprestasi agar dapat mengabdi di sektor pelayanan publik.

Sementara itu, arahan ketiga Presiden Prabowo Subianto berfokus pada peninjauan skema bonus bagi Atlet Nasional yang berlaga di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Erick Thohir menegaskan besaran bonus belum dapat diumumkan karena skemanya masih dikonsultasikan dengan Kementerian Keuangan agar selaras dengan rencana anggaran negara.

“Semua harus melalui pembahasan dengan Kementerian Keuangan agar tepat dan sesuai kerangka anggaran,” ujarnya.

Erick Thohir menyatakan arahan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan kesejahteraan Atlet Nasional sebagai prioritas nasional.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan penyiapan payung hukum baru sebagai dasar pembinaan 21 cabang olahraga yang menjadi fokus menuju Olimpiade.

SEA Games dan Asian Games akan dijadikan target antara dalam rangkaian persiapan jangka panjang bagi para Atlet Nasional tersebut.

Ia juga menekankan perlunya efisiensi dalam pengiriman Atlet Nasional ke berbagai kompetisi.

Pemerintah tidak menginginkan adanya pengiriman Atlet Nasional tanpa target yang jelas.

“Semua harus tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi pengiriman atlet yang coba-coba,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir juga menyampaikan arahan Presiden mengenai pembangunan Pusat Olahraga Nasional.

Pusat Olahraga Nasional tersebut akan dilengkapi akademi olahraga, asrama Atlet Nasional, sarana latihan terpadu, dan layanan kesehatan berstandar tinggi.

Fasilitas ini dirancang agar Atlet Nasional muda tetap mendapatkan pendidikan yang baik sambil menjalani pelatihan intensif.

“Atlet usia 12 tahun jangan putus sekolah, tetapi tetap mendapatkan pendidikan sembari berlatih menuju jenjang prestasi berikutnya,” ujarnya.

Erick Thohir menambahkan, Presiden telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare untuk pembangunan kawasan pusat olahraga tersebut.

Namun, lokasi pasti belum dapat dipublikasikan karena masih dalam proses administrasi.

“Presiden ingin memastikan atlet mendapatkan fasilitas terbaik,” katanya. (Rls)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *