Polri Akan Jerat Mafia Minyak Goreng

Jakarta – Perang total terhadap penimbun dan mafia minyak goreng, terus dilakukan Polri. Jadi jangan coba-coba mencari keuntungan dimasa sulit sekarang ini.

Masih sulit dan tingginya harga minyak goreng dipasaran, menunjukkan masih memerlukan penanganan serius oleh Polri.

Tidak heran jika Kapolri Jenderal Polisi Listyo Drs. Sigit Prabowo, turun langsung untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar-pasar tradisional dan pabrik minyak goreng.

Baca Juga :  Silatnas OKP Cipayung Plus dan Refleksi HUT RI Ke-76

Ini sekaligus juga untuk menjamin harga minyak goreng yang terjangkau masyarakat.

Saat turun melihat stok minyak goreng dan harga kebutuhan pokok tersebut di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu lalu, Kapolri menjamin ketersediaan minyak goreng tersebut di pasar.

Sekaligus juga menjamin harga minyak goreng curah di kisaran 15.500 rupiah/ kilogram.

Baca Juga :  Apresiasi Mahasiswa, Polri Pastikan Demo 11 April Berjalan Kondusif dan Jaga Momentum Ramadan

Kapolri juga meminta agar jajarannya bisa menjamin kedua hal tersebut, baik harga maupun barangnya.

Langkah Kapolri yang turun langsung memantau minyak goreng di pasar menurut pengamat komunikasi massa dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, Rahmat Edi Irawan tentu menunjukkan bukti keseriusan Polri membantu masyarakat.

Baca Juga :  Hindari Kecelakaan, Kakorlantas : Sehat dan tidak lelah menjadi syarat mutlak saat berkendara

Langkah tersebut juga untuk mengirim pesan kuat, bahwa Polri akan bertindak tegas bagi para mafia ninyak goreng, yang mencoba menahan komoditas tersebut.

Termasuk menindak para pengusaha yang justru mengekspor minyak gorengnya ke luar negeri.

Jadi, jika masih ada pemain nakal, siap-siap Polri tidak akan ragu menindaknya.