PGE Hulu Lais Ditargetkan Beroperasi Tahun 2027

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hulu Lais yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) ditargetkan mulai beroperasi pada Juni tahun 2027.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Lebong, Azhari, SH MH, usai menggelar pertemuan bersama beberapa Direktur PGE, PLN di Kabupaten Lebong dan unsur terkait lainnya, guna membahas progres serta kendala yang masih menghambat operasionalisasi proyek tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Azhari menyoroti keterlambatan pemasangan turbin yang menjadi faktor utama belum beroperasinya PLTP Hulu Lais.

Dari hasil koordinasi, pihak PLN menyampaikan bahwa pemasangan turbin dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2027. Dengan demikian, PGE Hulu Lais ditargetkan siap beroperasi pada tahun yang sama setelah seluruh tahapan teknis terpenuhi.

Bupati Azhari menyampaikan harapannya agar proyek strategis nasional ini dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurutnya, keberhasilan pengoperasian PGE Hulu Lais akan membawa dampak positif bagi Kabupaten Lebong, baik dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kita tentu berharap tidak ada lagi hambatan ke depan. Semoga proyek ini segera terealisasi dan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lebong, baik dalam peningkatan PAD maupun dalam menyediakan lapangan kerja untuk warga lokal,” ujar Bupati Azhari kepada wartawan usai Apel Gabungan di pendopo rumah dinas Bupati Lebong, Kamis (17/7/25).

Sebagai informasi, PLTP Hulu Lais merupakan proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang memiliki potensi besar di wilayah Kabupaten Lebong.

Keberadaan proyek ini telah lama dinantikan oleh masyarakat, seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi berbasis sumber daya alam lokal.

Dengan dukungan dan sinergi semua pihak, Pemerintah Kabupaten Lebong optimis PLTP Hulu Lais dapat segera beroperasi dan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan berkelanjutan di daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *