Perluas Lapangan Kerja dan Pendidikan Anak Hinterland, Amsakar-Li Claudia Serap Aspirasi Warga Galang

3 menit baca

Batam, Satujuang.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menggelar dialog langsung dengan perangkat RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Galang, Selasa (14/7/26).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Galang ini menjadi wadah terbuka untuk menyerap langsung berbagai kebutuhan riil masyarakat.

Aspirasi yang mencuat dalam dialog tersebut didominasi oleh isu peningkatan kesejahteraan nelayan, penyediaan lapangan kerja bagi pemuda hinterland, pembangunan infrastruktur jalan, hingga pengembangan fasilitas pendidikan.

Tokoh masyarakat Galang, Safii, menaruh harapan besar agar Pemerintah Kota Batam memberikan perhatian lebih terhadap roda perekonomian pesisir serta masa depan generasi muda setempat.

Ia meminta agar putra-putri asal Galang mendapat kesempatan dan porsi yang lebih besar untuk diserap oleh berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Batam.

Apresiasi senada juga datang dari perwakilan LPM Galang, Suherman. Ia mengapresiasi peluang kerja yang kini sudah mulai terbuka di beberapa korporasi seperti PT Moya Indonesia.

Namun, Suherman tetap mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan utama.

Ia juga mengusulkan agar fasilitas pendidikan yang akan dibangun di kawasan Rempang Eco-City berupa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Langkah itu dinilai penting mengingat wilayah tersebut sudah memiliki tiga SMA, sehingga keberadaan SMK baru diharapkan mampu mencetak tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pola dialog langsung ini merupakan representasi dari tata kelola pemerintahan yang baru di era kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra.

Mengenai sektor lapangan kerja, Amsakar berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja lokal agar menjadi prioritas utama di setiap badan usaha yang berinvestasi di Batam.

“Lapangan kerja adalah komitmen kami. Jika ada badan usaha yang beroperasi di sini, kami akan memperjuangkan agar anak-anak daerah mendapat prioritas untuk bekerja,” tegas Amsakar.

Terkait kesejahteraan masyarakat pesisir, pihak Pemkot berjanji akan terus memperkuat program pemberdayaan nelayan.

Mulai dari bantuan penguatan sarana pendukung hingga membuka akses pasar yang lebih luas untuk hasil tangkapan.

Di bidang pendidikan, Amsakar menilai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah modal jangka panjang yang paling efektif untuk menentukan arah masa depan suatu daerah.

Sebagai bukti nyata, pada tahun ini Pemerintah Kota Batam sukses memfasilitasi lima anak hinterland untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, meskipun satu di antaranya memilih mengundurkan diri.

Selain itu, program afirmasi pendidikan ini juga berhasil mengantarkan sebanyak 30 anak-anak hinterland lainnya untuk diterima di Politeknik Negeri Batam.

“Pendidikan merupakan sarana mobilitas sosial yang paling efektif. Inilah investasi masa depan Batam. Masa depan Galang akan ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan generasi mudanya hari ini,” pungkas Amsakar. (NIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *