Pemuda Bengkulu Gelar Malam Berkabung Untuk Wadas

Para Pemuda Bengkulu saat membacakan tuntutan dalam malam berkabung untuk wadas,dikoordinatori Andika Aprilianto

Bengkulu – Ramainya pemberitaan mengenai tindakan represif aparat keamanan kepada masyarakat desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memancing reaksi pemuda Bengkulu.

Atas kejadian tersebut para pemuda di Kota Bengkulu mengadakan malam berkabung pada Kamis (10/2/22).

Malam berkabung ini adalah bentuk aksi solidaritas dari masyarakat Kota Bengkulu untuk menyatakan bahwa kawan-kawan di Desa Wadas tidak sendirian.

Aksi ini juga lahir sebagai bentuk pernyataan sikap para pemuda yang tergabung dari beberapa Organisasi Kepemudaan untuk mendukung masyarakat di Desa Wadas.

Baca Juga :  Wujudkan Nilai Gotong Royong Melalui TMMD

Andika Aprilianto, selaku Koordinator Berkabung, pada malam tersebut membacakan tuntutan.

Ada 4 poin yang dituntut oleh para pemuda kepada pemerintah.

“Yang pertama; kami mengecam keras segala tindakan represifitas aparat kepolisian terhadap warga, yang kedua; tarik aparat dari Desa Wadas, ketiga; hentikan rencana pertambangan di Desa Wadas, dan yang terakhir hentikan perampasan tanah masyarakat Wadas,” tegas Andika lantang.

Rangkaian acara malam berkabung ini dibuka dengan nonton bersama film dokumenter karya Watchdog yang berjudul Demi 1% Wadas Waras.

Baca Juga :  Masyarakat Seginim Tagih Janji Gubernur Rohidin Perbaikan Jalan

Lalu dilanjutkan dengan beberapa kreatifitas pemuda yang dalam bentuk pembacaan puisi, orasi, dan membawakan beberapa lagu-lagu yang bertemakan perjuangan.

Andika berharap, aksi yang dilakukan ini dapat didengar oleh Pemerintah.

“Harapan kami apa yang kami lakukan hari ini dapat membuat sikap kami ini di dengar oleh pemerintah dan juga masyarakat,” harap Andika tegas.

Untuk diketahui, Aparat Polres Purworejo menangkap 64 warga Desa Wadas yang melakukan perlawanan saat dilakukan pengukuran lahan di Desa Wadas.

Baca Juga :  Khairil dan Wibowo Terpilih Ketua dan Sekretaris FKPT Bengkulu 2022-2024

Mereka bersikeras menolak lahannya dibebaskan untuk penambangan batu andesit, karena khawatir akan merusak sumber mata air dan sawah warga.

Sebagai petani, sawah merupakan mata pencaharian warga Wadas.

Batu andesit tersebut rencananya akan digunakan sebagai material untuk pembangunan Waduk Bener yang lokasinya masih berada di Kabupaten Purworejo.

Warga Wadas yang ditahan saat ini sudah dibebaskan oleh Pihak Kepolisian, setelah Gubernur Jateng berkoordinasi dengan Kapolda.

Nyanyian perlawanan iringi kepulangan 64 Warga Wadas yang sempat diamankan itu. (red)