Mukomuko, Satujuang.com – Antrean kendaraan satu lajur yang menyulitkan mobilitas warga bertahun-tahun di jalur penghubung Desa Bukit Mulya menuju Desa Air Rami segera berakhir seiring dimulainya pelebaran Jembatan Garuda Merah Putih.
Infrastruktur penghubung ini merupakan urat nadi terdekat masyarakat pedesaan menuju jalur lintas Barat (Jalinbar) Sumatra, yang selama ini kerap memicu kemacetan parah akibat badan jembatan yang terlalu sempit.
Kepala Desa Bukit Mulya Nuryanto membenarkan bahwa pengerjaan fisik di lokasi jembatan sudah mulai berjalan di lapangan.
Menurutnya, ukuran jembatan lama yang sempit membuat kendaraan roda empat harus melintas bergantian dan kerap memperlambat distribusi komoditas hasil bumi petani menuju sentra pasar.
“Selama ini jalan itu sempit, hanya cukup dilalui satu kendaraan. Ke depannya akan diperlebar sehingga akses menuju lintas Barat Sumatra menjadi lebih lancar,” ujar Nuryanto.
Pelebaran jembatan ini akhirnya terealisasi setelah mendapat dorongan intensif dari Babinsa bersama jajaran Kodim 0428/Mukomuko yang mengawal aspirasi warga hingga ke tingkat pemangku kebijakan.
Pihak pemerintah desa mengingatkan agar rekanan pelaksana menjaga mutu konstruksi secara ketat agar jembatan benar-benar berumur panjang dan aman dilintasi angkutan berat.
“Kami berharap pembangunan berjalan berkualitas, tepat waktu, serta benar-benar bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Nuryanto.
Meski pekerjaan fisik telah bergulir, masyarakat setempat kini menyoroti belum adanya papan informasi keterbukaan publik di lokasi kegiatan.
Rincian mengenai besaran pagu anggaran, sumber pos pembiayaan, kalender masa kerja, hingga identitas kontraktor pelaksana proyek belum dipublikasikan secara terbuka kepada warga sekitar.
Masyarakat mendesak instansi dinas teknis segera mewajibkan kontraktor memasang papan proyek demi menjamin akuntabilitas dan memudahkan publik mengawasi penggunaan anggaran negara. (Red)







