Hukrim  

Nikah lagi, Bidan Desa Dilaporkan Ke Polisi

Satujuang.com, Bintuhan – Diduga gara-gara menikah atau kawin lagi, seorang bidan desa berinisial FA (30), Warga Desa Tuguk Kecamatan Luas Kabupaten Kaur dilaporkan oleh suaminya Anton Jaka Putra (32), ke Mapolres Kaur.

Anton melaporkan istrinya itu ke Polisi karena merasa belum menceraikan dan keberatan lantaran istrinya telah menikah lagi dan diduga telah melahirkan anak dari suami keduanya.

“Saya pisah dengan istri saya ini bulan Juli 2019 lalu karena ribut keluarga, dan disitulah kami sudah tidak serumah lagi. Nah tiba-tiba saya dapat informasi istri saya ini sudah nikah dan punya anak, padahal dia (telapor) masih istri sah saya,” ujar Anton usai membuat laporan ke Mapolres Kaur, Kamis (31/12/20).

Baca Juga :  Terbukti Aborsi Pacarnya, Randy Divonis 2 Tahun Penjara

Dalam laporan korban ke Polisi menyebutkan, terbongkarnya pernikahan ini setelah korban mendapatkan informasi dari keluarga korban dan warga, dimana pada bulan Oktober 2019 lalu di Kabupaten Seluma FA yang berstatus sebagai ASN di Puskemas Beriang Tinggi itu telah menikah lagi dengan seorang laki-laki berinisial (AS (30), warga Desa Padang Hangat Kecamatan Kaur Utara tanpa seizin suami sahnya.

Baca Juga :  Rudapaksa Anak Tiri Sampai Melahirkan, Pelaku Tertangkap Di Riau

Tidak terima dengan perbuatan istrinya yang dia nikahi sejak tahun 2014 tersebut menikah lagi dengan laki-laki lain, pelapor kemudian langsung mendatangi Polres Kaur, guna melaporkan kejadian tersebut.

“Sampai sekarang dia (terlapor) masih istri sah saya dan belum cerai. Saya berharap laporan saya ini diproses sesuai udang-undang yang berlaku,” harapnya.

Baca Juga :  Darmawansyah Minta BPJN Bengkulu Segera Realisasikan Pembangunan Pelapis Tebing

Sementara itu, Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Apriadi SH membenarkan adanya laporan warga terkait pelaku poliandri atau istri menikah lagi. Dimana saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi dan juga pelapor.

“Untuk laporan korban sudah kita terima, dan telapor jika terbukti dapat dijerat pasal 279 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara karena menikah diam-diam tanpa seizin suaminya,”pungkasnya. (Red)

Sumber : tribratanewsbengkulu.com