Satujuang, Karimun- Mentan Andi Amran Sulaiman kunjungi Kabupaten Karimun untuk mengecek langsung 1.000 ton beras selundupan hasil sitaan, Senin (19/1/26).
Mentan Amran tiba di Karimun sekitar pukul 07.40 WIB melalui Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran dibuat berang melihat jumlah barang bukti sitaan beras selundupan yang mencapai 1.000 ton.
Ia secara gamblang menyebut para pelaku mafia dan penyelundup beras adalah pengkhianat negara.
“Saya meminta aparat penegak hukum untuk meminta tegas para pelaku mafia dan penyeludup, ini mengganggu swasembada kita dan menurut saya mereka adalah penghianat negara,” tegas Amran.
Mentan Amran juga mengaku aksi penyelundupan tersebut berimbas pada kerugian 115 juta orang petani padi di Indonesia.
“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo, kita surplus 1,1 juta ton beras dari 3,5 juta ton hasilnya,” ucap Amran.
Ia menambahkan, beras selundupan ini justru berasal dari Tanjungpinang yang bukan daerah penghasil.
Dirinya meminta Kanwil DJBC Kepri agar segera memusnahkan barang sitaan 1.000 ton beras selundupan tersebut.
“Ini kita minta dimusnahkan, karena kita takutnya berpenyakit,” tutur Amran.
Ia mengingatkan pengalaman tahun 2020, di mana impor daging pernah menyebabkan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merugikan para peternak.
Terakhir, Mentan Amran juga meminta Bulog untuk senantiasa memastikan ketersediaan beras di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Karimun. (Andarie)











