Hukrim  

Melawan Dibubarkan Satgas Covid-19, Kades Rindu Hati Benteng Naik Ke Tahap Penyidikan

Satujuang.com – Kasus dugaan melawan petugas yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah (Benteng) Sultan Mukhlis SH naik statusnya menjadi ke tahap penyidikan Sat Reskrim Polres Benteng Polda Bengkulu.

“Kasusnya sudah ke tahap penyidikan. ” kata Kapolres Benteng, AKBP Ary Baroto SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Iman Falucky, Kamis (4/3/21).

Kasat Reskrim menjelaskan, sampai sejauh ini pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi sebanyak 5 orang yang terdiri pelapor, yaitu Kapala Satpol PP Benteng, Gunawan R SE MM, Kades Rindu Hati dan pemilik hajatan untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  DPRD Kepahiang Terima Salinan Keputusan Penetapan Pasangan Cabup dan Cawabup Terpilih dari KPU

“Kami belum menetapkan Tersangka. Semua yang dipanggil masih saksi. Dalam waktu dekat kami akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu,” jelas Kasat Reskrim.

Dikatakan oleh Kasat Reskrim, tindakan melawan petugas yang dilakukan oleh Kades tersebut bermula dari aksi pembubaran resepsi pernikahan yang dilakukan oleh Satpol PP Benteng tertanggal 17 Januari 2017.

Baca Juga :  Curi Mobil Penjual Sayur di Panorama, Pelaku Tertangkap di Sumbar

Pembubaran Resepsi yang dilakukan tersebut berdasarkan atas surat edaran (SE) Bupati Benteng nomor 360/066/STPC-19/2021 tentang peningkatan disiplin dan penindakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Pada kesempatan itu, Kades Rindu Hati diduga melakukan perlawanan atau menolak pesta dibubarkan. Dalam laporan ke Polres Benteng, Kades dikenakan pasal 212 dan 216 yaitu tentang melawan petugas dengan ancaman kurungan 4 bulan dan denda Rp 100 juta. (rls)