Kota Semarang Dikepung Banjir Sejak Sabtu, TNI Turun Tangan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Semarang – Hujan yang mengguyur Kota Semarang dan sejumlah kota di sekitarnya mengakibatkan aktivitas warga lumpuh.

Selain Kota Semarang, hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (31/12/22) juga mengguyur Kabupaten Batang, Pekalongan, Grobogan dan Jalan Lingkar Selatan atau Pantura Kudus.

Hujan menyebabkan debit air meluap dan menggenangi rumah warga dengan ketinggian banjir mulai dari 20 cm s.d 100 cm.

“Ribuan personel TNI-Polri Bersama BPBD sudah dikerahkan untuk membantu warga mengevakuasi korban banjir,” kata Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Bambang Hermanto, Senin (2/1/23)

Personel TNI dari Yonif R 400/BR, Batalyon Arhanud 15/DBY dan Kompi Air Denjasa Angk IV-44-13 Bekangdam IV/Diponegoro dibantu Polri bersama BPBD dikerahkan ke setiap titik wilayah banjir dalam dua hari belakangan ini.

Mereka ditugaskan untuk membantu para warga yang menjadi korban terdampak banjir.

“Dikerahkannya personel TNI-Polri dan BPBD untuk membantu warga merupakan wujud implementasi bahwa TNI hadir di saat warga membutuhkan bantuan,” imbuh Kapendam.

Personel TNI-Polri dan BPBD diketahui langsung turun membantu warga yang kebanjiran di sejumlah titik sejak Sabtu (31/12/22).

Mereka bersama-sama dengan para relawan mengerahkan perahu karet dan pompa hidrant, membuat posko darurat, membuat tempat pengungsian bagi korban.

Lalu mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan korban banjir dan petugas yang melakukan penanganan banjir serta membantu evakuasi warga yang mengungsi.

Salah satunya Kodim 0733/Kota Semarang dibantu aparat Polri menggelar karya bhakti membenahi beberapa tanggul jebol di wilayah Mangunharjo, yang mengakibatkan banjir di wilayah Mangkang, Tugu.

Kodam IV/Diponegoro telah menyiagakan tim tanggap darurat bencana alam sehingga kapanpun dibutuhkan selalu siap untuk diturunkan.

Selain itu sarana dan prasarana untuk membantu warga dalam mengevakuasi juga telah disiapkan.

“Ini merupakan bagian dari respons terhadap kondisi banjir yang terjadi tidak hanya di Semarang tetapi di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” ungkapnya.

Aksi tanggap darurat ini adalah wujud kepedulian kepada masyarakat. Di mana TNI dapat berperan secara aktif, profesional, bergerak cepat dalam mendukung kegiatan atau membantu rakyat.

Hal tersebut sebagai salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit akan bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.

“Kepada warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya gerakan tanah/tanah longsor dan banjir. Apabila menemukan tanda bahaya diharap segera menghubungi aparat Babinsa maupun Bhabinkamtibmas,” pesan Kapendam. (red/hdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *