Kasus Gagal Ginjal, Anak 4 Tahun di Bengkulu Meninggal Dunia

2 menit baca

Lebong, Satujuang.com – Pasien berusia empat tahun meninggal dunia karena menderita gagal ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury) di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

“Meninggal akibat gagal ginjal akut berdasarkan hasil penyelidikan tim epidemiologi yang dilaporkan oleh Rumah Sakit Lebong,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Sabtu (22/10/22).

Herwan mengatakan, Tim epidemiologi itu gabungan tim survei Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dokter spesialis anak.

“Hasil temuan dilapangan, anak tersebut memiliki riwayat sakit flu, batuk dan saat berobat dokter memberikan resep obat cairan atau sirop jenis Unibi ke anak,” ujar Herwan.

Selain itu, kedua orang tua anak juga sering memberikan anak obat dari warung dan menggunakan obat sirop tanpa resep dokter.

“Sebelum meninggal anak itu mengalami lemas, demam, diare, sulit buang air kecil sehari dua kali dan sesak nafas,” lanjut Herwan.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pasien tersebut telah dilaporkan untuk dirujuk ke salah satu dari 14 rumah sakit yang telah dipilih oleh Kementerian Kesehatan.

Herwan menjelaskan, di dalam obat cairan tersebut mengandung pencemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman bagi anak anak sehingga mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal.

“Kepada masyarakat agar tidak panik khususnya ibu-ibu yang memiliki balita agar sementara waktu tidak mengkonsumsi obat sirop,” pesan Herwan, dikutip dari antara.

Herwan juga mengimbau agar dokter di fasilitas kesehatan tidak memberikan resep obat sirop dan seluruh apotek untuk menghentikan penjualan obat sirop sementara waktu. (danis/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *