Musi Rawas – Ruswanto (40), pemilik peternakan sapi ditemukan tewas di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.
Ruswanto ditembak kepalanya oleh rekan bisnisnya Yayang Saputra (27) dan Yoyok (27) dengan menggunakan senjata api rakitan.
“Pelaku tekah merencanakan pembunuhan ini sebelumnya,” ujar Kapolres Musi Rawas, AKBP Achmad Gusti Hartono, melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat, Selasa (27/9/22).
Diceritakan, kasus pembunuhan itu terjadi di Jembatan Sungai Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, Senin (5/9) sekitar pukul 03.00 WIB.
Berawal dari Yayang dan Yoyok yang ingin menguasai sapi milik korban, merencanakan pembunuhan dengan modus mengajak korban untuk menjual sapi ke Desa Mandi Angin, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.
“Mereka bertiga kemudian pergi menggunakan truk sewaan dan membawa empat ekor sapi yang akan dijual,” kata Achmad.
Akan tetapi, saat melintas di Jembatan Sungai Lakitan Kelurahan Muara Lakitan, korban yang saat itu sedang tertidur langsung ditembak bagian kepalanya menggunakan senjata api rakitan.
“Setelah ditembak, jasad korban lalu dibuang ke Sungai Lakitan. Sementara kedua pelaku menuju Kota Lubuklinggau dan menjual empat ekor sapi tersebut sebesar Rp 49 juta,” katanya.
Dedi bilang, mayat Ruswanto kemudian ditemukan oleh warga yang hendak memancing di bawah Jembatan Sungai Lakitan pada Rabu (7/9) sekitar pukul 14.30 WIB.
Selanjutnya mayat tersebut dievakuasi ke RS dari Sobirin, untuk proses visum dan penyelidikan lebih lanjut.
“Setelah mendapati identitas korban dengan mencocokan ciri-cirinya, keluarga korban melaporkan kasus ini ke polisi,” katanya.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan Yayang Saputra di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas, pada Selasa (13/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pengakuan Yayang ini lah kemudian diketahui kalau kasus pembunuhan dan pencurian tersebut memang sudah direncanakan bersama Yoyok.
“Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka Yoyok, yang mana yang bersangkutan akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Malang, Jawa Timur,” tutup Achmad. (red/danis).











