Bengkulu, Satujuang.com – Kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BIMEX Perseroda saat ini ibarat bumi dan langit jika dibandingkan dengan capaian berderet penghargaan yang sempat diraihnya.
Setahun setelah memborong penghargaan tingkat nasional, PT BIMEX kini justru dihujani kritik tajam oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bengkulu lantaran dinilai tidak memberikan kontribusi sama sekali terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun Anggaran 2025.
Dalam Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, Pansus menyoroti tajam nihilnya setoran dari BUMD tersebut.
Padahal entitas usaha milik daerah ini dipercaya mengelola aset Pemprov yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
“Pada tahun 2025 tidak ada kontribusi pada daerah, sementara pada tahun-tahun sebelumnya masih ada sumbangsih meskipun hanya Rp50 juta, sedangkan aset yang dikelola bernilai miliaran rupiah,” tegas Pansus dalam laporannya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Pansus DPRD secara terbuka mengusulkan opsi ekstrem, yakni pembubaran BUMD tersebut jika tidak lagi mampu mendatangkan dividen bagi daerah.
“Pansus memandang perlu untuk dilakukan evaluasi terhadap PT BIMEX tersebut, jika tidak ada kontribusi sebaiknya dibubarkan saja. Aset yang digunakan agar diserahkan ke Biro Umum, hal tersebut akan lebih menguntungkan karena sewa aset langsung diterima oleh Biro Umum sebagai potensi sumber PAD,” bunyi rekomendasi resmi Pansus.
Sorotan dan ancaman pembubaran ini menjadi potret yang cukup ironis. Pasalnya, pada Maret 2024 lalu, PT BIMEX sempat mengukir prestasi tingkat nasional dengan menyabet penghargaan TOP BUMD Award 2024 dua tahun berturut-turut.
Kala itu, Direktur Utama PT BIMEX, Handiro Efriawan, dinobatkan sebagai Top CEO BUMD Award 2024.
Sementara Gubernur Bengkulu saat itu, Rohidin Mersyah, didaulat sebagai Top Pembina BUMD 2024.
Saat menerima penghargaan di Hotel Raffles Jakarta, Handiro sempat menyebut apresiasi tersebut sebagai bukti keberhasilan PT BIMEX dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta melakukan ekspansi bisnis hingga skala nasional dan internasional.
Namun, memasuki masa transisi kepemimpinan pasca-bergantinya pucuk pimpinan daerah, jajaran pengurus PT BIMEX sempat diisi oleh Wawan Asri sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur dan Bismalinda sebagai Komisaris sepanjang 2025.
Roda kinerja perusahaan pun dinilai merosot hingga mencatatkan angka nol kontribusi pada 2025, sebelum akhirnya jajaran pengurus definitif baru resmi dilantik pada April 2026. (Red)












