Bekerja Sembari Terus Belajar, Rupianto Pengusaha Muda Bengkulu Yang Raih Gelar Doktor

Satujuang, Bengkulu – Menjadi seorang pengusaha di bidang konstruksi dan jasa menuntut fokus praktis yang tinggi. Menempuh pendidikan doktoral (S3) di bidang Studi Islam menuntut ketajaman riset dan perenungan akademis.

Sosok muda asal Bengkulu, dari Rupianto, membuktikan bahwa dua dunia yang tampak kontras itu bisa berjalan beriringan.

Pada wisuda angkatan ke-11 UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Rupianto berhasil meraih gelar Doktor (S3) di usia muda.

Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik program Pascasarjana S3 bidang Studi Islam.

Namun, pencapaian akademis ini diraihnya di tengah kesibukannya sebagai seorang pengusaha muda yang aktif.

Di dunia bisnis, dari. Rupianto dikenal sebagai pemilik LPK Barokah, sebuah lembaga pelatihan mengemudi, sekaligus aktif sebagai penyuplai pengadaan barang dan jasa, khususnya di bidang konstruksi dan infrastruktur.

Dalam wawancaranya usai wisuda, dari Rupianto mengaku sangat terharu dapat menyeimbangkan dua peran tersebut.

Ia berhasil “tetap produktif di dunia usaha” sambil menyelesaikan studi doktoralnya.

Baginya, pencapaian ini adalah buah dari etos kerja yang jelas: kegigihan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

“Kesuksesan yang saya raih bukanlah hasil instan,” ujarnya.

dari Rupianto menjadi contoh langka generasi muda yang mampu memadukan ketajaman intelektual dengan keberanian berwirausaha.

Ia membantah anggapan bahwa dunia akademis terpisah jauh dari dunia bisnis praktis.

Dirinya berharap perjalanannya ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda Bengkulu lainnya.

“Bagi saya, menyelesaikan pendidikan S3 di usia muda adalah bukti bahwa tidak ada batas untuk terus belajar. Saya berharap ini menjadi motivasi bagi anak muda Bengkulu agar tidak berhenti menuntut ilmu, karena ilmu adalah kunci kesuksesan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *