Proyek Nasional Mulai Digeber, Rohidin : Saatnya Enggano Diberi Perhatian Khusus

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan Pemerintah Bengkulu Utara memberikan perhatian khusus kepada Pulau Enggano.

Karena Pulau Enggano yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara itu merupakan salah satu daerah dari 18 wilayah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T) di Negara Indonesia.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves RI) Suraji.

“Keberadaan dan fungsi Pulau Enggano ini sangat luar biasa sekali untuk pertahanan, keamanan, kesejahteraan dan konservasi lingkungan,” ujar Suraji, saat bertatap muka bersama Gubernur Bengkulu dengan Masyarakat Enggano, di Kantor Camat Enggano, Desa Apoho, Rabu (09/11/22).

Oleh karena itu, lanjut Suraji,  pembangunan jalan 3T ini adalah bagian dari Major Project dan Kemenko Marves menjadi pihak yang mengawal hal tersebut.

“Perjuangan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu terkait pengadaan jalan, November 2022 ini bisa dimulai pembangunannya,” ungkap Suraji.

Dijadwalkan, kata Suraji, pembangunan jalan Nasional di Pulau Enggano selesai 100 persen pada 2024 mendatang.

“Semoga di 2024 nanti jalan poros utama Pulau Enggano terbangun dengan baik, sehingga fungsi ekonomi juga akan tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

Diakhir, Suraji memuji kepemimpinan Rohidin karena berbagai progres pembangunan fisik dan SDM di Bengkulu saat ini meningkat.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan bahwa tujuan utama dibangunnya infrastruktur dasar dan telekomunikasi di Pulau Enggano adalah untuk memaksimalkan fungsi Pulau 3T. Selain itu untuk melindungi sumber daya alam yang ada dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Sehingga saya meyakini dengan infrastruktur terbangun dengan baik maka investasi akan masuk dan pada akhirnya masyarakat Enggano bisa menjadi masyarakat yang sejahtera dan mandiri,” jelas Rohidin.

Gubernur Rohidin mengungkap 3 alasan penting Enggano mendapatkan perhatian serius. Pertama, sebagai daerah strategis pertahanan nasional. Di mana jaminan kedaulatan bangsa Indonesia salah satu titik koordinatnya ada di Pulau Enggano. Kedua, Pulau Enggano sebagai Pulau 3T dengan segala fungsi dan keberadaannya.

“Ketiga karena rasa cinta dan keterpanggilan untuk mensejahterakan masyarakat Enggano yang selama ini selalu kurang diperhatikan oleh pemerintah,” tandas Rohidin.

Rohidin mengajak semua untuk berkomitmen bersama melanjutkan pembangunan di Pulau Enggano dan tidak hanya berhenti di 2024 saja.

“Termasuk pembangunan 2 pelabuhan dan 1 bandara Pulau Enggano terselesaikan, sehingga semakin banyak wisatawan bahkan investor yang datang ke sini,” pungkasnya. (red/Adv)

Komentar