Perjuangkan Nasib Petani, Komaruddin Dukung KTNA Dorong Swasembada Pangan

Karimun – Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau yang lebih dikenal dengan hasil pertambangan Pasir Timah dan Batunya, tidak serta merta menjadikan wilayah tersebut menjadi produsen hasil pertanian.

Pasalnya, hingga saat ini, Kabupaten terdepan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia serta Singapura itupun masih bergantung Suplay bahan makanan dari luar wilayah.

Kondisi riskan inipun seharusnya menjadi perhatian serius Bupati Karimun dan jajarannya.

Namun sayangnya, sangat mustahil menjadikan Karimun ber-swasembada pangan jika dilihat dari besaran anggaran dinas pertanian yang hanya mencapai Rp.8 miliar pertahunnya.

Mendengar adanya instruksi langsung Kementrian Pertanian kepada Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam hal suksesi swasembada pangan di Kepri, khususnya di Karimun, H Komaruddin, Anggota Komisi III DPRD setempat, langsung menyambut baik hal tersebut.

Bahkan, dirinya mengaku akan memperjuangkan anggaran Dinas Pertanian agar mampu berkolaborasi dengan Program Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kementan.

“Masalah minimnya anggaran di Dinas Pertanian itu akan saya bawa menjadi perhatian serius oleh DPRD. Tidak akan tercapai ketahanan pangan di Karimun tanpa proyeksi besar dari pemerintah daerah,” ujarnya.

“ Apalagi ada organisasi seperti KTNA yang bermitra dengan Kementan, tentunya, hal ini sangat perlu di support, baik secara administratif dan logistik, guna percepatan swasembada pangan di Karimun,” paparnya usai Reses di dapilnya, Jumat (26/8/22).

Masih kata Komaruddin, kondisi Tanah di Kabupaten Karimun dalam hal pertanian butuh perlakuan khusus dalam mengembangkan hasil produksi.

Sebab, kontur berbatu dan kaya akan mineral besi, menjadikannya kurang subur untuk ditanami.

“Kondisi tanah di wilayah kita tidak seperti tanah di wilayah pegunungan yang subur. Disini butuh perlakuan dan kebutuhan extra dalam mengembangkan pertanian. Ini seharusnya dari dulu dikembangkan. Namun, tidak ada kata terlambat selagi Pemda dan masyarakat kita mau berupaya. Kami sebagai legislator akan mendorong sesuai tupoksi kami,” ujarnya.

Untuk saat ini saja, Kabupaten Karimun masih mengandalkan prodak pertanian dari wilayah Sumatera Utara, Barat dan Pulau Jawa.

Hingga sekarang, Produksi Cabai misalnya, produksi petani lokal hanya mampu menyuplai sebesar 20% dari 14 Ton kebutuhan per pekannya. (Red/Esp)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *